Bank Mandiri Buka Suara soal Saham Perusahaan Haji Isam yang Jadi Agunan Kredit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 16:14
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bertepatan dengan HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun. Bertepatan dengan HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun.

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) buka suara terkait penyaluran kredit untuk afiliasi bisnis bos Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang disebut digunakan untuk membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Bank Mandiri menegaskan, fasilitas kredit tersebut bukan ditujukan untuk transaksi jual beli saham, melainkan untuk mendukung pengembangan usaha di industri batu bara dan sektor penunjangnya.

Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan, pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai belanja modal atau capital expenditure (capex), serta memenuhi kebutuhan pembiayaan perusahaan dan grup usaha di industri batu bara beserta sektor pendukungnya.

"Pemberian kredit kepada PT Jhonlin Baratama (JB) bukan merupakan fasilitas untuk aktivitas trading saham, melainkan fasilitas kredit yang ditujukan dalam rangka pengembangan usaha meliputi capex serta kebutuhan pembiayaan Perusahaan dan Group Usaha di industri Batu Bara dan Penunjangnya," ucap Adhika dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, Selasa 20 Oktober 2026.

Baca juga: BEI Tak Ikut Campur soal Saham Emiten Haji Isam yang Jadi Agunan Kredit

Bank Mandiri mengonfirmasi bahwa saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang berafiliasi dengan Jhonlin Baratama menjadi bagian dari agunan kredit.

Namun fasilitas pinjaman tersebut juga dijamin dengan aset tetap (fixed asset), aset non-tetap (non-fixed asset) serta rekening perusahaan.

Penilaian saham sebagai agunan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2017 dan kebijakan internal bank.

"Di mana agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder/second way out dan dinilai secara konservatif," lanjutnya.

Pemberian fasilitas kredit juga mempertimbangkan realisasi bisnis ekosistem Jhonlin Group di berbagai industri dengan Bank, potensi bisnis kedepan, termasuk pengenaan pricing mempertimbangkan profitabilitas Bank.

Baca juga: OJK Pantau Perkembangan Perbankan di Tengah Rumor Akuisisi BCA oleh Haji Isam

Adhika menegaskan perseroan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit melalui analisis kelayakan usaha, kemampuan pembayaran debitur, kecukupan agunan sesuai ketentuan yang berlaku, serta penerapan manajemen risiko secara menyeluruh.

"Perseroan juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kualitas kredit secara berkala sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas aset, kesehatan keuangan, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan," tandasnya.

x|close