Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina (Persero) menambah jumlah kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) untuk memperlancar distribusi ke wilayah Jawa Timur dan Bali.
“Saya tadi memerintahkan untuk mereka segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan,” ujar Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.
Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan dari Pertamina mengenai hambatan penyaluran BBM di Jawa Timur, Bali, serta sejumlah wilayah lainnya.
Menurut dia, kendala distribusi tersebut berkaitan dengan ketersediaan kapal untuk mengangkut BBM.
Permasalahan ini muncul di tengah kelangkaan BBM yang dilaporkan terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Ombudsman Republik Indonesia mencatat adanya gangguan pelayanan distribusi dan pengisian BBM di 11 provinsi, berdasarkan 25 informasi awal yang diterima hingga Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM, Kondisi Layanan di Bali Berangsur Kondusif
Ombudsman akan menelusuri persoalan tersebut untuk memastikan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi, berlangsung sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar menyampaikan bahwa informasi awal yang masuk pada Selasa, 13 Oktober 2026, menunjukkan adanya gangguan layanan BBM di 11 provinsi. Wilayah tersebut meliputi Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan Jawa Barat.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM kepada masyarakat di Provinsi Bali.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, upaya tersebut mencakup peningkatan pasokan BBM hingga 57,9 juta liter, perpanjangan jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), penguatan personel lintas fungsi, serta penambahan armada mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Baca Juga: Bahlil Sebut Antrean BBM di Bali Mulai Terurai, Pemulihan Berlanjut
Kitty menambahkan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dan memperkuat koordinasi antarbagian guna mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta (Antara)