Danantara Mau Balikkan Bio Farma, Fokus Bikin Vaksin Sendiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Sep 2026, 07:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
BP BUMN dan Danantara mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk kembali memperkuat mandat utamanya di bidang riset dan pengembangan vaksin sekaligus memperluas pasar produk kesehatan Indonesia ke tingkat global. BP BUMN dan Danantara mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk kembali memperkuat mandat utamanya di bidang riset dan pengembangan vaksin sekaligus memperluas pasar produk kesehatan Indonesia ke tingkat global.

Ntvnews.id, Jakarta - BP BUMN dan Danantara mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk kembali memperkuat mandat utamanya di bidang riset dan pengembangan vaksin sekaligus memperluas pasar produk kesehatan Indonesia ke tingkat global.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa transformasi Bio Farma perlu diarahkan pada penguatan kembali kemampuan perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk sendiri, tidak hanya menjadi pihak yang memproduksi vaksin milik perusahaan lain.

“Sebetulnya mandatnya Bio Farma itu memang membuat vaksin. Cuma lama nggak nambah-nambah produk saja. Jadi mereka jadi pabrik vaksin orang. Sekarang kita mau balikin lagi,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Kamis 17 September 2026.

Penguatan riset dan pengembangan tersebut juga berjalan seiring dengan ekspansi produk dan teknologi Bio Farma ke pasar internasional. 

Baca juga: BP BUMN Jelaskan Alasan Kantor BGN Pindah ke Gedung Telkom

Para staf laboratorium perusahaan biofarmasi Indonesia, Etana, bekerja di Jakarta, Indonesia, 10 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Zulkarnain) <b>(Antara)</b> Para staf laboratorium perusahaan biofarmasi Indonesia, Etana, bekerja di Jakarta, Indonesia, 10 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Zulkarnain) (Antara)

Baca juga: LRT City Belum Serah Terima 2.400 Unit, Danantara Buka Opsi Refund

Dalam dua tahun terakhir, teknologi yang dikembangkan dari Indonesia telah dibawa ke sejumlah negara, termasuk Senegal, Ghana, dan India. 

Ke depan, Bio Farma juga diarahkan untuk memperluas produk-produknya ke sejumlah negara di Afrika.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Bio Farma untuk memperkuat kemampuan research & development, menghasilkan produk-produk baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan Indonesia di pasar global.

Dengan refocusing pada riset dan pengembangan, Bio Farma diharapkan tidak hanya semakin mampu menciptakan produk kesehatan sendiri, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional. 

Pada saat yang sama, penguasaan teknologi dan produk kesehatan dari Indonesia dapat terus diperluas sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi industri kesehatan di tingkat global.

x|close