Target Investasi Indonesia 2027 Melesat ke Rp2.322 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 23:03
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026) Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah secara resmi menetapkan target realisasi investasi nasional sebesar Rp2.322 triliun untuk tahun anggaran 2027. Angka fantastis tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. Target ini mengalami kenaikan sebesar Rp280,7 triliun atau tumbuh sekitar 13,8 persen jika dibandingkan dengan target investasi tahun 2026 yang berada di kisaran Rp2.041,3 triliun.

Penetapan patokan angka investasi baru ini disesuaikan dengan koridor Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang dicanangkan oleh Kementerian PPN/Bappenas.

“Sesuai Rencana Kerja Pemerintah untuk 2027, target investasi yang ditargetkan kepada kami oleh Pak Rachmat Pambudy sebagai Ketua Bappenas itu ditargetkan di 2027 adalah 2.322 triliun. Naik dari target tahun ini sebesar 2.041,3 triliun,” kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Langkah percepatan nilai investasi ini berjalan beriringan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto yang membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka 6 persen pada 2027. Angka tersebut menjadi titik sasaran utama dari proyeksi rentang pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen.

Rosan membeberkan bahwa peran komponen investasi terhadap mesin pertumbuhan ekonomi nasional kian menunjukkan tren penguatan. Pada triwulan II 2026, arus investasi secara tahunan tumbuh pesat sebesar 6,87 persen dan memberikan kontribusi hingga 39 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen. Porsi kontribusi ini melonjak jauh dibanding kondisi normal yang lazimnya berada di rentang 28 hingga 29 persen.

Adapun sepanjang semester I 2026, akumulasi realisasi investasi telah menyentuh angka Rp1.010,6 triliun mencapai 49,5 persen dari target tahunan serta berhasil menyerap sebanyak 1.448.862 tenaga kerja langsung di seluruh Indonesia.

Meski demikian, Rosan menegaskan bahwa angka statistik investasi dan masifnya hilirisasi tidak boleh sekadar berhenti sebagai capaian di atas kertas.

 

“Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan kerja yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita,” tutur dia.

Dari total capaian semester I 2026, sektor hilirisasi menyumbang Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi. Meski didominasi oleh hilirisasi sektor mineral senilai Rp206,5 triliun, pemerintah kini mulai menggencarkan dorongan ke hilirisasi perkebunan, kehutanan, serta perikanan karena terbukti lebih padat karya dan efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close