Potensi Minyak Sawit Bersertifikat Capai 40 Persen Pangsa Pasar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 14:29
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
RSPO logo RSPO logo (antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Laporan Dampak terbaru Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mencatat lebih dari 550.000 hektare lahan terlindungi, hampir 3 juta ton emisi gas rumah kaca yang berhasil dicegah, serta US$7,9 juta pendapatan yang dihasilkan bagi petani kecil.

Penjualan Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat (CSPO) menembus angka 16,2 juta metrik ton sepanjang 2025. Angka ini menyumbang sekitar 20 persen dari total pasokan minyak sawit dunia. Berdasarkan data RSPO Impact Report 2026, potensi tersebut masih berpeluang melonjak signifikan mengingat total kapasitas produksi produsen anggota RSPO kini telah menyentuh 31,4 juta metrik ton.

Laju adopsi prinsip keberlanjutan menunjukkan tren penguatan di berbagai wilayah strategis, terutama Amerika Latin. Anggota RSPO di kawasan tersebut menguasai hampir 75 persen dari total produksi regional, dengan 29,3 persen di antaranya telah mengantongi sertifikasi resmi pada 2024. Sementara itu, wilayah Afrika mencatatkan lonjakan pasokan yang sangat signifikan sebesar 46,23 persen. Seiring bertambahnya perkebunan terverifikasi, pasokan CSPO diproyeksikan berpeluang menguasai hingga 40 persen pasar minyak sawit global.

"Dengan kapasitas anggota produsen kami yang mampu memasok hampir 40% dari permintaan global, kita tidak lagi mempertanyakan apakah minyak sawit berkelanjutan dapat diwujudkan, tetapi kini berfokus memperluas penerapannya di pasar global. Laporan ini menunjukkan bahwa minyak sawit berkelanjutan memberikan dampak yang terukur dan bernilai," ujar CEO RSPO Joseph D'Cruz dalam keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Kesadaran pasar yang kian matang juga memicu perluasan keanggotaan RSPO hingga mencapai 6.280 anggota di 103 negara dan wilayah. Pertumbuhan tertinggi tercatat di kawasan Asia, khususnya Tiongkok, Indonesia dan Jepang, yang menjadi basis utama negara konsumen minyak sawit.

Baca juga: Kejagung Tetapkan Ketua PN Jakarta Selatan sebagai Tersangka Suap Ekspor Minyak Sawit

Memperluas Kemajuan Konservasi dan Iklim

Selain ekspansi pasar, laporan ini menggarisbawahi capaian nyata di bidang pelestarian lingkungan. Anggota RSPO berhasil menjaga dan melestarikan 551.637 hektare lahan krusial. Skop pelaporan dampak kali ini tidak hanya mencakup kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (HCV), tetapi juga mencakup area Stok Karbon Tinggi (HCS) dan lahan gambut.

Penerapan perlindungan keanekaragaman hayati ini terlihat nyata di lapangan, mulai dari munculnya berbagai spesies satwa di sekitar area perkebunan hingga pemulihan aliran air dan koridor satwa liar. Di Kalimantan Barat, Indonesia, Bumitama Agri Ltd menginisiasi Proyek Keanekaragaman Hayati dan Masyarakat demi mengamankan legalitas perlindungan atas lebih dari 8.300 hektare kawasan konservasi.

Di sektor penanganan iklim, pemulihan lahan gambut serta penangkapan gas metana dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit secara teruji menekan pelepasan emisi. Sejak 2015, upaya kumulatif ini berhasil mencegah 2,98 juta tCO2e emisi gas rumah kaca per tahun, setara dengan meniadakan 694.512 unit mobil dari jalan raya.

Baca juga: Industri Kelapa Sawit Perkuat Peran Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan

Memberdayakan Pekerja dan Petani Kecil

Penerapan sertifikasi RSPO sekaligus memperkuat jaminan standar sosial di sepanjang rantai pasok. Saat ini, sebanyak 661.219 pekerja terlibat langsung dalam operasional bersertifikat dengan sistem perlindungan hak dan kebebasan yang terjamin.

Di tingkat tapak, petani kecil mandiri meraup pendapatan sebesar US$7,9 juta dari penjualan kredit sepanjang 2025. Keberlanjutan pendapatan ini akan sangat bergantung pada konsistensi pertumbuhan permintaan kredit di pasar global. Selain itu, pendampingan bagi para petani terus digulirkan melalui Smallholder Training Academy (STA) serta RSPO Smallholder Support Fund (RSSF) yang telah memberikan manfaat kepada 44.796 petani kecil sejak 2013.

Baca juga:OJK Target Himpun Dana Pasar Modal Rp250 T Sepanjang 2026 Meski Pasar Global Bergejolak

Pelaporan yang Disempurnakan

Guna menghadirkan keterbukaan informasi yang lebih kaya, RSPO turut meremajakan situs interaktif RSPO Impact 2026. Jika versi cetak menyajikan ringkasan eksekutif capaian tahunan, situs interaktif ini menyediakan kumpulan data historis, indikator tambahan, serta analisis tren bagi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui rilis ini, RSPO mengajak seluruh mitra, pemangku kepentingan, media, dan masyarakat luas untuk mengawal transformasi bersama menuju industri minyak sawit yang makin bertanggung jawab dan berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

 

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close