Ntvnews.id, Kalimantan Tengah - Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu kelapa sawit menciptakan lapangan kerja, menghasilkan devisa, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Dengan produktivitas yang tinggi, sawit menjadi minyak nabati yang paling efisien dalam pemanfaatan lahan dan terus menjadi andalan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar global.
"Di balik industri sawit terdapat jutaan pekebun dan pekerja yang menggantungkan penghidupannya pada sektor ini. Karena itu, pengembangan sawit harus dilakukan secara berkelanjutan," ucap Zaid, Kamis 30 Juli 2026.
Baca juga: Pemerintah Perjuangkan Sawit RI Bebas Tarif 10 Persen dari AS
Baca juga: Tak Hanya Pupuk, Limbah Sawit Kini Bisa Jadi Rompi Anti Peluru hingga Batik
Menurut Zaid, BPDP hadir sebagai bridging institution yang menjembatani kepentingan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha dan pekebun melalui pengelolaan Dana Perkebunan.
Dana yang dihimpun kemudian dikembalikan kepada sektor perkebunan dalam bentuk berbagai program strategis, antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, serta dukungan terhadap implementasi mandatori biodiesel melalui pembayaran insentif.
Sejak memperoleh mandat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP tidak hanya mengelola Dana Perkebunan kelapa sawit, tetapi juga mendukung pengembangan komoditas kakao dan kelapa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sektor perkebunan yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui tata kelola dana yang akuntabel serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Industri kelapa sawit (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)