BTN dan BSN Kuasai Penyaluran FLPP Nasional Tembus 74% hingga Juni 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 09:42
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gedung Kantor Pusat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta. BTN bersama BSN menyalurkan 67.518 unit rumah melalui skema FLPP hingga akhir Juni 2026. Gedung Kantor Pusat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta. BTN bersama BSN menyalurkan 67.518 unit rumah melalui skema FLPP hingga akhir Juni 2026.

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersama entitas anaknya, PT Bank Syariah Nasional atau BSN, menyalurkan sebanyak 67.518 unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP hingga akhir Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri atas penyaluran BTN sebanyak 44.388 masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, serta BSN sebanyak 23.130 MBR. Secara gabungan, penyaluran BTN dan BSN setara dengan hampir 74% dari realisasi FLPP nasional yang mencapai 91.531 MBR hingga 30 Juni 2026.

Berdasarkan siaran pers resmi BP Tapera kemarin mengenai Evaluasi Kinerja Bank Penyalur Pembiayaan Tapera Periode I dan Pembiayaan FLPP Kuartal II/2026, BTN dan BSN memperoleh sejumlah apresiasi. BTN meraih peringkat I kategori Penyaluran Pembiayaan FLPP Terbanyak, diikuti BSN pada peringkat II. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, posisi BTN dan BSN pada dua peringkat teratas menunjukkan besarnya peran pembiayaan konvensional dan syariah dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.

“BTN dan BSN menyalurkan hampir 74% dari seluruh pembiayaan FLPP nasional hingga akhir Juni 2026. Capaian ini menunjukkan kuatnya kapasitas, jaringan, dan pengalaman kami dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama, baik melalui skema konvensional maupun syariah,” ujar Nixon di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

BP Tapera dalam siaran pers resminya menyebut sebanyak 91.531 MBR telah menerima manfaat FLPP hingga 30 Juni 2026. Jumlah penerima manfaat tersebut meningkat menjadi 107.410 MBR per 21 Juli 2026. Menurut Nixon, pertumbuhan jumlah penerima manfaat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap rumah layak dan terjangkau masih sangat besar. Karena itu, peningkatan penyaluran pembiayaan harus dibarengi dengan kesiapan rumah, kualitas bangunan, ketepatan sasaran, dan tingkat keterhunian.

“Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak, siap dihuni, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menempatinya,” katanya.

Baca Juga: BTN Raih Dua Penghargaan ASEAN Risk Awards 2026, Bukti Transformasi Manajemen Risiko Berstandar Internasional Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan

Selain unggul dalam penyaluran FLPP Kuartal II/2026, BTN juga meraih peringkat I kategori Penyaluran Pembiayaan Tapera Terbanyak Periode Tahun 2021–2025 dengan capaian sebanyak 12.637 peserta.
Pada kategori yang sama, BSN menempati peringkat II dengan capaian 2.811 peserta, sedangkan BRI berada pada peringkat III dengan capaian 2.347 peserta. Nixon menilai, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa peran BTN dalam pembiayaan perumahan tidak hanya tercermin dari pencapaian satu periode, tetapi juga dari konsistensi penyaluran dalam jangka panjang.

“Peringkat pertama untuk penyaluran Pembiayaan Tapera periode 2021–2025 menjadi bukti bahwa peran BTN dibangun melalui konsistensi. Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperkuat layanan dan menjaga kualitas pembiayaan perumahan,” ujar Nixon.

BSN juga menerima apresiasi dalam kategori Bank Penyalur dengan Jumlah Pelaporan akuHUNI Terbanyak dan Tingkat Validasi e-Monev di atas 90%. Berdasarkan data BP Tapera, BSN mencatat pelaporan akuHUNI sebanyak 3.381 MBR dengan tingkat validasi e-Monev sebesar 92,58%.

Menurut Nixon, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan perlu ditopang oleh pelaporan dan pemantauan yang akurat untuk memastikan rumah benar-benar diterima dan dihuni oleh masyarakat yang berhak.
“Penyaluran bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibiayai, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut dipantau setelah akad. Pelaporan dan validasi menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program rumah subsidi,” katanya.

Baca Juga: BTN Resmi Spin-off Unit Usaha Syariah, BSN Jadi bank Syariah Terbesar Kedua di Indonesia

Kualitas dan Keterhunian Menjadi Bagian Evaluasi
BP Tapera mencatat telah memantau 48.958 rumah FLPP hingga akhir Juni 2026 dengan tingkat keterhunian sebesar 93,35%. BP Tapera menargetkan pemantauan terhadap 75.000 rumah FLPP di sedikitnya 77 kabupaten dan kota hingga akhir 2026.
Evaluasi kinerja bank penyalur FLPP dilakukan terhadap lima komponen, yaitu penyaluran pembiayaan, ketepatan sasaran, kondisi rumah pascaakad, keterhunian rumah, dan pengelolaan dana. BP Tapera juga menegaskan prinsip zero tolerance terhadap ketidakterhunian rumah FLPP.

“Keberhasilan program perumahan harus terlihat dari rumah yang benar-benar dihuni dan memberi manfaat bagi keluarga. Karena itu, BTN terus memperkuat koordinasi dengan BP Tapera, pemerintah, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas rumah serta ketepatan sasaran,” ujar Nixon.

Di sisi lain, BTN terus memperluas perannya dalam ekosistem perumahan dengan tidak hanya membiayai masyarakat sebagai pembeli rumah, tetapi juga memperkuat pembiayaan kepada pelaku usaha di sisi pasokan. Menurut Nixon, penguatan pembiayaan dari sisi permintaan dan pasokan diperlukan agar tingginya kebutuhan KPR dapat diimbangi dengan ketersediaan rumah yang memadai.

Baca Juga: BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

“BTN bergerak dari dua sisi sekaligus. Kami memperluas akses masyarakat terhadap KPR sekaligus mendukung pengembang dan pelaku usaha dalam menyediakan lebih banyak hunian. Dengan demikian, pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan pasokan rumah,” ujarnya.

BTN juga terus melakukan transformasi proses kredit dan layanan agar pembiayaan dapat diproses secara lebih cepat, mudah, dan efisien, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar menjadi penyalur terbesar, tetapi memastikan semakin banyak keluarga Indonesia memiliki dan menghuni rumah yang layak. Itulah tanggung jawab yang terus kami jalankan bersama BSN,” pungkas Nixon.

x|close