Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan sebanyak 20 persen keuntungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).
Menurut Yandri, skema tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah desa memiliki kepentingan untuk memastikan koperasi berjalan optimal. Sebab, hasil usaha koperasi nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi desa maupun masyarakat.
"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Apalagi yang dipakai kan Dana Desa, dan apalagi nanti dari keuntungan itu, ada 20 persen dari Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, red.) itu akan menjadi Pendapatan Asli Desa," kata Yandri usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Pada Rabu, 15 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas dua program prioritas pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam itu dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Panglima TNI, serta para direktur utama BUMN.
Baca Juga: 10 Asosiasi Desa Deklarasikan Dukungan untuk MBG dan KDKMP di Hadapan Mendes PDT
Yandri menilai keberhasilan KDKMP akan membawa dampak positif bagi desa karena sebagian keuntungan akan menjadi PADes, sedangkan sisanya dinikmati masyarakat.
"Jadi, pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan Kopdes ini berhasil dan sukses, karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisa (alokasi keuntungan, red.) yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu," ujar Yandri.
Ia menjelaskan setiap koperasi nantinya akan dikembangkan sesuai potensi ekonomi di masing-masing wilayah. Saat ini terdapat 75.266 desa di seluruh Indonesia dengan karakteristik dan komoditas yang berbeda-beda.
"Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266 dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes akan bekerja sama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa, red.) memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," kata Yandri.
Baca Juga: Kemendes PDT Gandeng 70 Mitra, Dorong Penguatan Ekonomi Desa Lewat Kolaborasi
Lebih lanjut, Yandri menyebut Kementerian Desa telah mengembangkan berbagai desa tematik yang memiliki keunggulan pada sektor tertentu, seperti desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa ikan lele, hingga desa kakao. Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa cokelat, dan desa-desa lain. Nah ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa," ujar Mendes PDT.
(Sumber: Antara)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan keterangan pers setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. (Antara)