Infografik: Industri Manufaktur Bangkit, PMI Mei 2026 Tembus Level Netral 50,0

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 09:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Industri manufaktur Indonesia bangkit berdasarkan Purchasing Managers' Index (PMI) yang naik ke level netral 50,0 pada Mei 2026. Hal ini menandakan industri menuju kembali ke jalur ekspansi. Industri manufaktur Indonesia bangkit berdasarkan Purchasing Managers' Index (PMI) yang naik ke level netral 50,0 pada Mei 2026. Hal ini menandakan industri menuju kembali ke jalur ekspansi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan memasuki fase ekspansi berdasarkan data Purchasing Managers’ Index (PMI). Pada Mei 2026, PMI manufaktur tercatat berada di level 50,0 yang menandakan posisi netral, setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi pada awal tahun. Capaian ini mengindikasikan bahwa sektor industri mulai kembali stabil dan bergerak menuju pertumbuhan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, pergerakan PMI menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Pada Januari tercatat sebesar 52,6, kemudian naik menjadi 53,8 pada Februari sebagai titik tertinggi dalam periode tersebut. Namun, angka tersebut menurun menjadi 50,1 pada Maret dan kembali turun ke 49,1 pada April yang berada di zona kontraksi, sebelum akhirnya kembali pulih ke level 50,0 pada Mei.

Baca Juga: SBY Sebut Pertumbuhan Ekonomi Saja Tak Lagi Cukup

Kenaikan PMI tersebut didorong oleh sejumlah faktor utama, di antaranya membaiknya ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Saat ini, Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 70 persen bahan baku penolong untuk mendukung aktivitas industri. Selain itu, meningkatnya Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang mencapai 53,56 turut memperkuat optimisme pelaku usaha terhadap kondisi industri nasional.

Pemerintah juga terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menjaga iklim usaha dan memperkuat sektor manufaktur. Upaya tersebut antara lain peningkatan utilisasi kapasitas produksi hingga target 70 persen pada 2026, penguatan pemasaran digital untuk memperluas pasar domestik, serta menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan logistik melalui kemudahan impor. Selain itu, pemerintah juga mendorong penetapan Objek Vital Nasional Industri (OVNI) untuk memperkuat perlindungan sektor industri.

Baca Juga: BRIN Dorong Desa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Teknologi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kenaikan PMI menjadi indikator penting ketahanan industri nasional. Ia menyebut, “Peningkatan PMI manufaktur Indonesia menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur nasional masih memiliki resiliensi yang kuat.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sempat tertekan, sektor manufaktur Indonesia masih memiliki daya tahan untuk kembali tumbuh.

Berikut Infografiknya:

Industri manufaktur Indonesia bangkit berdasarkan Purchasing Managers' Index (PMI) yang naik ke level netral 50,0 pada Mei 2026. Hal ini menandakan industri menuju kembali ke jalur ekspansi. <b>(Antara)</b> Industri manufaktur Indonesia bangkit berdasarkan Purchasing Managers' Index (PMI) yang naik ke level netral 50,0 pada Mei 2026. Hal ini menandakan industri menuju kembali ke jalur ekspansi. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close