Mobil Listrik Mangkrak Bikin Akbar Faizal Murka, Begini Fakta Versi BYD

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 11:39
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi. BYD Seal. (Foto: Istimewa/BYD) Ilustrasi. BYD Seal. (Foto: Istimewa/BYD)

Ntvnews.id, Jakarta - BYD Indonesia akhirnya buka suara terkait polemik mobil listrik milik mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, yang ramai diperbincangkan di media sosial. 

Kendaraan jenis BYD Seal tersebut sebelumnya dikeluhkan karena mengalami kerusakan dan tak kunjung selesai diperbaiki selama berbulan-bulan.

Melalui Head of PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, perusahaan memaparkan kronologi lengkap kejadian. 

Dia menegaskan masalah bermula dari insiden kecelakaan, bukan cacat produksi. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2025 saat mobil digunakan oleh anak Akbar Faizal. 

Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius, terutama pada bagian roda, sehingga membutuhkan penanganan besar di bengkel resmi.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan perlunya penggantian komponen roda. Namun, perbaikan sempat tertunda karena pihak konsumen memilih mengurus klaim asuransi secara mandiri.

"Sebenarnya yang menggunakan anaknya dan dimulai dari kecelakaan," kata Luther, dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/4/2026).

Beberapa bulan kemudian, tepatnya Februari 2026, pihak dealer turut membantu proses pengajuan klaim. 

Sayangnya, kondisi kendaraan disebut sudah semakin memburuk karena tetap digunakan selama sekitar satu setengah bulan meski roda dalam keadaan bermasalah.

Dealer berupaya membantu dengan mengajukan approval asuransi, namun perbaikan tetap mengacu pada approval yang diterima dari asuransi pada kondisi bulan Desember.

"Solusi belum terlalu optimal dan kondisi kendaraan datang sudah memburuk setelah satu setengah bulan terindikasi penggunaan dengan roda bermasalah," lanjutnya.

Setelah perbaikan dilakukan, keluhan kembali muncul dari pihak pengguna. Meski begitu, komunikasi antara konsumen, dealer, dan asuransi tetap berlangsung untuk mencari solusi terbaik.

Pada 8 April 2026, BYD menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan konsumen dan pihak asuransi. 

Hasilnya, disepakati pengajuan ulang (resubmit) untuk proses perbaikan, termasuk penggantian komponen roda yang dijadwalkan pada 11 April 2026.

Namun, sehari sebelum jadwal tersebut, kekecewaan sudah lebih dulu diunggah ke media sosial oleh Akbar Faizal karena belum menerima pembaruan informasi.

"Bapak AF belum ter-update dan sudah keburu meng-upload kekecewaan di sosial media. Customer cukup kaget bahwa sudah di-upload dan mencoba menelepon bapak AF untuk di takedown mengingat sudah ada solusi," tegasnya.

BYD mengakui adanya miskomunikasi yang terjadi akibat banyaknya pihak yang terlibat, mulai dari konsumen, dealer, asuransi, hingga lembaga pembiayaan. 

"Tampaknya beliau sebenarnya lebih concern-nya ke financial institution-nya. Karena semi meneror AF, namun memang karena beliau menunda pembayarannya," ucap Luther.

Saat ini, perusahaan menegaskan fokus utama adalah mempercepat penyelesaian masalah dan memastikan koordinasi berjalan lebih baik ke depannya.

"Saat ini fokus BYD adalah penyelesaian cepat dan tepat. Mengkonsolidasikan semua pihak agar tidak terjadi miss komunikasi kembali," tukas Luther.

Sebelumnya, Akbar Faizal menyampaikan kekecewaannya secara terbuka melalui media sosial. 

Dia mengaku menyesal membeli BYD Seal karena mengalami masalah sejak awal penggunaan, termasuk kondisi mobil yang tidak stabil saat dikendarai.

Dia juga menilai penanganan masalah tidak berjalan optimal, bahkan menyebut adanya saling lempar tanggung jawab antara pihak-pihak terkait.

"Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggungjawab," tulis Akbar di akun X dan Instagram @akbarfaizal68, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Akbar bahkan menyebut, BYD hebat dalam penjualan, tapi sangat buruk dalam pelayanan. Kasus ini pun menjadi sorotan publik, sekaligus menjadi pengingat pentingnya layanan purna jual dalam industri kendaraan listrik yang semakin berkembang di Indonesia.

x|close