Chery Kembangkan Baterai Solid-State: Mobil Listrik Bisa Tempuh Lebih dari 1.500 Km Sekali Cas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 11:10
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Chery menyiapkan terobosan besar di dunia mobil listrik. (Foto: Istimewa/CSI)  Chery menyiapkan terobosan besar di dunia mobil listrik. (Foto: Istimewa/CSI)

Ntvnews.id, Jakarta - Produsen otomotif asal China, Chery, tengah menyiapkan terobosan besar di dunia kendaraan listrik (EV). 

Mereka mengembangkan teknologi baterai solid-state generasi terbaru yang diklaim mampu membawa mobil listrik menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer hanya dengan sekali pengisian daya.

Seperti dikutip dari Drive, Kamis (2/4/2026), teknologi baterai solid-state ini digadang-gadang menjadi masa depan kendaraan listrik. 

Berbeda dari baterai lithium-ion konvensional yang masih menggunakan cairan elektrolit, baterai jenis ini memakai material padat. 

Hasilnya, baterai menjadi lebih ringan, lebih aman, memiliki kepadatan energi lebih tinggi, dan berpotensi lebih murah untuk diproduksi dalam jangka panjang.

Saat ini, prototipe baterai solid-state Chery sudah mencapai kepadatan energi sekitar 400 Wh/kg. 

Angka ini jauh melampaui baterai lithium-ion yang umumnya berada di kisaran 250-300 Wh/kg. Bahkan, Chery menargetkan peningkatan hingga 600 Wh/kg pada pengembangan berikutnya.

Jika target tersebut tercapai, maka mobil listrik dengan baterai ini berpotensi memiliki jangkauan lebih dari 1.500 km, melampaui kendaraan listrik mana pun yang tersedia saat ini di pasar global.

Sebagai perbandingan, salah satu mobil listrik dengan jarak tempuh terjauh saat ini adalah BMW iX3 yang mampu mencapai sekitar 805 km (WLTP). 

Ke depan, angka tersebut diperkirakan akan dilampaui oleh model seperti Volvo EX60 (810 km) dan BMW i3 generasi terbaru dengan klaim hingga 900 km.

Baterai solid-state ini merupakan bagian dari lini baterai terbaru Chery yang diberi nama seri "Rhino". 

Lini ini mencakup Seri H untuk kendaraan hybrid, dengan jangkauan hingga 2.000 km, Seri E untuk kendaraan listrik berbasis baterai lithium-ion, serta versi solid-state untuk performa maksimal di masa depan

Tak hanya unggul dari sisi jarak tempuh, Chery juga mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 5.000 siklus pengisian daya. 

Selain itu, teknologi ini disebut dapat menambah jarak tempuh hingga 500 km hanya dalam waktu sekitar 8 menit pengisian, meski belum dijelaskan secara rinci apakah ini berlaku untuk semua jenis baterai atau hanya varian tertentu.

Untuk memastikan keandalannya, baterai ini akan menjalani serangkaian pengujian ekstrem. Mulai dari suhu tinggi dan rendah, paparan garam, simulasi tabrakan, benturan bagian bawah kendaraan, hingga perendaman air, yang sebagian besar dilakukan melalui simulasi virtual.

Saat ini, Chery sendiri sudah memiliki berbagai model kendaraan hybrid, plug-in hybrid, hingga listrik murni di pasar. 

x|close