Ntvnews.id, Jakarta - Tokoh penting dunia olahraga, Craig Reedie, meninggal dunia pada usia 84 tahun, Selasa. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi komunitas bulu tangkis internasional.
Dalam pernyataan resminya, Badminton World Federation (BWF) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Reedie yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Kehormatan Seumur Hidup. Ia dikenang sebagai sosok berpengaruh dalam tata kelola olahraga global, termasuk melalui perannya di International Olympic Committee (IOC) dan World Anti-Doping Agency (WADA).
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menyebut Reedie sebagai figur kunci yang membuka jalan bagi bulu tangkis masuk ke Olimpiade.
Baca Juga: Gol Tunggal Guntur Sulistyo Bawa Timnas Futsal Indonesia Tekuk Malaysia di Piala AFF Futsal 2026
“Sir Craig adalah sosok yang membuka pintu Olimpiade untuk bulu tangkis. Saat menjabat Presiden IBF, ia memperjuangkan agar bulu tangkis masuk program Olimpiade dan hal itu terwujud pada Olimpiade Barcelona 1992,” ujarnya.
Kontribusi Reedie tidak berhenti setelah masa jabatannya berakhir. Ia tetap aktif memberikan pandangan dan dukungan bagi perkembangan bulu tangkis dunia. Menurut Patama, setiap atlet bulu tangkis yang pernah tampil di Olimpiade tidak lepas dari jejak kontribusi Reedie.
Sebelum menjadi administrator, Reedie merupakan atlet yang pernah mewakili Skotlandia dan Britania Raya di berbagai ajang internasional. Setelah pensiun, ia aktif dalam kepengurusan federasi dan berperan dalam penyelenggaraan turnamen yang mengangkat profil bulu tangkis.
Pada 1981, Reedie mencatat sejarah sebagai presiden termuda International Badminton Federation (IBF) di usia 40 tahun. Di bawah kepemimpinannya, bulu tangkis mendapatkan pengakuan sebagai cabang olahraga Olimpiade oleh IOC pada 1985.
Ia juga diketahui melakukan pendekatan langsung kepada Presiden IOC saat itu, Juan Antonio Samaranch, dengan mengundangnya ke final Kejuaraan Dunia IBF 1983—sebuah langkah penting menuju debut bulu tangkis di Olimpiade 1992.
Selain itu, Reedie berperan dalam mendorong profesionalisme bulu tangkis, termasuk memperbolehkan atlet menerima hadiah uang dan memperkenalkan rangkaian turnamen World Grand Prix yang menjadi cikal bakal tur dunia BWF saat ini.
Setelah menjadi anggota IOC pada 1994, Reedie terus berkontribusi dalam gerakan Olimpiade, termasuk sebagai direktur panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade London 2012.
Presiden IOC, Kirsty Coventry, mengenang Reedie sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan olahraga dan nilai-nilai Olimpiade.
“Kontribusinya terhadap Olimpiade, sportivitas, dan pengembangan atlet di seluruh dunia akan terus dikenang,” kata Coventry.
Hal senada disampaikan Presiden World Athletics, Sebastian Coe, yang menyebut Reedie sebagai mentor dan penasihat dengan pengalaman luas dalam dunia Olimpiade.
BWF menegaskan, warisan Reedie akan terus hidup melalui perjalanan bulu tangkis di Olimpiade, serta nilai integritas dan profesionalisme yang ia tanamkan dalam olahraga dunia.
Legenda Bulu Tangkis Dunia Sir Craig Reedie Meninggal Dunia (ANTARA)