Ntvnews.id, Jakarta - John Herdman menyatakan kesiapannya menghadapi ekspektasi besar yang akan menyertai tugasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Menurut Herdman, tekanan justru merupakan sebuah anugerah.
Pelatih asal Inggris itu resmi diperkenalkan sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026 di Hotel Mulia, Jakarta. Herdman ditunjuk untuk menggantikan Patrick Kluivert yang meninggalkan jabatannya setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Gagalnya langkah skuad Garuda ke putaran final Piala Dunia 2026 terjadi setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Kondisi tersebut membuat ekspektasi publik terhadap pelatih baru semakin tinggi.
Baca Juga: PSSI Kenalkan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Herdman menyadari sepenuhnya besarnya tuntutan yang akan ia hadapi. Ia menilai tekanan sebagai bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan sebuah tim nasional.
"Jadi, ya, tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang Anda sebutkan sebelumnya, kami sudah dekat, tetapi kami tidak berhasil, jadi apakah Anda siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar yang memang memiliki ekspektasi tinggi? Ya, maksud saya, tidak ada tekanan itu adalah sebuah keistimewaan."
Ia menjelaskan bahwa menjadi pelatih tim nasional berarti memikul tanggung jawab besar atas harapan seluruh bangsa.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (Youtube Timnas Indonesia)
"Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim. Anda memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah," ujar John Herdman, yang sebelumnya pernah menangani Timnas Putri dan Putra Kanada.
Herdman menegaskan akan berupaya mengubah tekanan tersebut menjadi sumber motivasi bagi Timnas Indonesia.
"Kami pasti akan mengolahnya menjadi sebuah berkah bagi kita semua. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu," tuturnya.
Baca Juga: Mendukbangga Sebut Program MBG Dorong Penurunan Stunting di Jawa Barat
Ia kemudian menyinggung pengalamannya membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, yang menjadi penampilan pertama negara tersebut sejak 1986 sekaligus mengakhiri penantian selama 36 tahun.
"Jadi saya memahaminya. Jadi saya bisa mengatakan kepada para pemain saya bahwa tekanan ini adalah sebuah berkah."
Herdman juga menekankan pentingnya dukungan suporter dalam perjalanan panjang menuju prestasi besar.
"Kami akan mendengarkan para penggemar, kami akan menggunakan energi mereka, dan saya akan mengatakan bahwa bagi para penggemar, lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam semalam."
"Kanada membutuhkan waktu 36 tahun untuk sampai ke sana. Untuk Indonesia, mereka telah mengambil satu langkah besar, sebuah langkah yang sangat besar, baru-baru ini,"
"Dan kami harus mengambil langkah berikutnya, dan kami akan melakukannya. Jadi komitmen, tekanan itu, adalah apa yang akan membentuk kami, apa yang akan mendorong kami, untuk memastikan bahwa kami mewujudkan momen itu bagi negara ini. Itulah alasan saya datang ke sini," jelas John Herdman.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (Youtube John Herdman)