Ntvnews.id, Jakarta -Kontingen Indonesia sukses melampaui target awal perolehan medali emas di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah koleksi medali emas resmi bertambah menjadi delapan keping pada Rabu (21/10).
"Apresiasi dan rasa bangga setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial dan CdM beserta timnya yang tergabung di Kontingen Indonesia Asian Para Games 2026," ujar Wakil Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, saat memberikan keterangan di Nagoya, pada Rabu (21/10).
"Target awal 7 medali emas resmi terlampaui hari ini setelah Merah Putih sukses mengamankan emas ke-8!" tuturnya penuh bangga.
Berdasarkan rekapitulasi data hingga pukul 18.00 waktu setempat, kontingen Merah Putih secara keseluruhan telah mengumpulkan total 33 medali, yang rinciannya terdiri atas delapan medali emas, enam medali perak, serta 19 medali perunggu.
Rima mengungkapkan bahwa pencapaian gemilang ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan tingkat tinggi, serta mental pantang menyerah yang ditunjukkan oleh seluruh anggota kontingen Indonesia sepanjang berlangsungnya kompetisi. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada para atlet yang berjuang habis-habisan demi mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga disabilitas level Asia tersebut.
Kepastian melampaui target ini dipastikan berkat tambahan medali emas kedelapan yang dipersembahkan oleh atlet cabang olahraga boccia, Felix Ardi Yudha. Felix sukses merebut podium tertinggi setelah menaklukkan wakil Thailand, Phakphum Linchum, dengan skor ketat 5-3 pada partai final nomor individual putra BC2 yang digelar di Nagoya City General Gymnasium.
Sebelum kemenangan Felix, dua srikandi andalan boccia Indonesia, yakni Handayani dan Gischa Zayana, sudah lebih dulu menyumbangkan medali emas masing-masing dari nomor individual putri BC1 dan BC2.
Dengan hasil impresif tersebut, cabang olahraga boccia menjelma menjadi lumbung medali utama dengan menyumbangkan tiga dari total delapan medali emas yang telah dikumpulkan oleh kontingen Indonesia sejauh ini.
Sementara itu, lima medali emas lainnya disumbangkan dari berbagai cabang olahraga unggulan. Dari cabang para renang, Maulana Rifky Yavianda sukses memborong dua medali emas. Disusul oleh torehan emas dari cabang para atletik melalui aksi gemilang I Kadek Dwi Purwana Yasa dan Karisma Evi Tiarani, serta satu medali emas dari cabang para balap sepeda yang dipersembahkan oleh Muhammad Fadli Imammuddin.
Kendati target awal sebanyak tujuh emas telah resmi terlampaui, Rima menegaskan bahwa perburuan medali bagi kontingen Indonesia belum usai. Peluang untuk menambah pundi-pundi medali emas masih terbuka lebar mengingat masih ada sejumlah atlet yang akan turun bertanding di sisa rangkaian jadwal pertandingan.
"Masih mungkin, di atletik malam ini masih ada Taufik Abdul Karim, di renang, di para badminton dan di beregu boccia," jelas Rima.
Menutup keterangannya, ia tak lupa memberikan dorongan semangat agar para atlet yang masih akan berlaga senantiasa menjaga fokus, menjaga kondisi fisik, dan mengerahkan kemampuan terbaiknya demi Merah Putih.
"Perjuangan masih belum selesai, mari terus kibarkan Merah Putih!" pungkasnya.
(Sumber: Antara)
Atlet Boccia Indonesia Felix Ardi Yudha (kanan) bersalaman dengan lawannya asal Thailand Phakphum Linchum (kiri) saat final tunggal putra BC2 Asian Para Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026). (Antara)