PSSI Petakan Kedalaman Skuad Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 17:07
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis & Editor
Bagikan
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri). Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta – PSSI mulai memetakan kekuatan dan kedalaman skuad Timnas Indonesia untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, Garuda membutuhkan lebih banyak pemain berkualitas agar mampu bersaing dalam jangka panjang.

Erick menyebut Timnas Indonesia idealnya memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Setidaknya, skuad Garuda harus mempunyai dua kelompok pemain dengan kualitas yang relatif setara untuk menjaga persaingan di setiap posisi.

"Kita harus memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain, atau setidaknya dua kelompok berisi 11 pemain dengan kualitas yang relatif setara," kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Presiden Prabowo Subianto (kiri depan) berfoto bersama pemain Timnas Indonesia saat perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). Indonesia juara setelah mengalahkan Thailand lewat <b>(Antara)</b> Presiden Prabowo Subianto (kiri depan) berfoto bersama pemain Timnas Indonesia saat perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). Indonesia juara setelah mengalahkan Thailand lewat (Antara)

Berdasarkan pemetaan awal, Erick menilai sektor penjaga gawang Timnas Indonesia sudah memiliki dua opsi utama yang mumpuni. Posisi bek tengah juga dinilai cukup kuat, meskipun masih terbuka peluang untuk menambah satu pemain. Sementara itu, sektor bek kiri memiliki sejumlah pilihan.

Namun, persoalan muncul di posisi bek kanan yang dinilai memiliki stok pemain terbatas akibat badai cedera. Selain itu, PSSI masih membutuhkan tambahan amunisi untuk memperkuat lini tengah, penyerang, dan sektor sayap.

"Di lini tengah, mungkin ada tiga pemain yang konsisten, tetapi kita masih membutuhkan dua pemain lagi. Belum lagi kebutuhan di posisi penyerang dan sayap," ujar Erick.

Berkaca pada Kedalaman Skuad Jepang

Erick juga membandingkan kondisi Timnas Indonesia dengan Jepang yang memiliki banyak pemain berkarier di kompetisi Eropa. Menurutnya, Jepang mempunyai sekitar 100 pemain yang bermain di liga-liga Eropa, termasuk 12 pemain yang merumput di Liga Inggris.

Kedalaman skuad tersebut membuat Jepang memiliki lebih banyak alternatif ketika pemain utama mengalami cedera. Situasi itu menjadi salah satu gambaran yang ingin dicapai Indonesia dalam membangun tim nasional dengan persaingan yang sehat di setiap posisi.

Erick menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang bermain di kompetisi domestik. Dengan demikian, peluang pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada tempat mereka berkompetisi, tetapi juga kualitas dan konsistensi penampilan.

Proses pemetaan tersebut akan terus dievaluasi bersama pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, dan Badan Tim Nasional (BTN). Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kebutuhan skuad sekaligus menentukan posisi yang masih memerlukan tambahan pemain.

Indonesia Berpeluang Langsung ke Putaran Kedua

Di sisi lain, Timnas Indonesia berpeluang langsung melaju ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia tanpa harus melewati putaran pertama. Peluang tersebut berkaitan dengan posisi Indonesia di peringkat ke-21 Asia berdasarkan data yang menjadi acuan pemetaan tersebut.

Indonesia diproyeksikan menempati Pot 3 dalam pengundian kualifikasi bersama Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India.

Jika format sebelumnya kembali digunakan, tim-tim yang berada dalam pot yang sama tidak akan tergabung dalam satu grup pada tahap pengundian tersebut. Meski demikian, komposisi pot dan format resmi Kualifikasi Piala Dunia 2030 masih perlu mengacu pada ketentuan yang ditetapkan FIFA dan AFC.

Pengundian putaran pertama dan kedua dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Sementara itu, pertandingan putaran kedua direncanakan digelar mulai September 2027 hingga Maret 2028.

Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, PSSI berupaya membangun kedalaman skuad agar Timnas Indonesia memiliki lebih banyak pilihan pemain dan mampu menjaga daya saing sepanjang perjalanan menuju Piala Dunia 2030.

x|close