Ntvnews.id, Seoul - Angkatan Udara Korea Selatan menyampaikan permintaan maaf setelah mengakui bahwa insiden tabrakan dua jet tempur pada 2021 dipicu oleh aksi pilot yang mengambil swafoto saat penerbangan.
Dilansir dari Yonhap, Jumat, 24 April 2026, Pernyataan tersebut muncul setelah auditor menyimpulkan bahwa tindakan pilot yang berswafoto dan merekam video selama berada di udara menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021," kata seorang juru bicara angkatan udara Korsel dalam konferensi pers.
Pihak AU Korea Selatan mengungkapkan bahwa salah satu pilot yang terlibat telah dikenai sanksi berat, termasuk diskors dari tugas penerbangan, sebelum akhirnya keluar dari dinas militer.
Baca Juga: Taiwan Deteksi 24 Pesawat Militer China di Sekitar Wilayahnya
Laporan dari Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan mengungkap bahwa manuver tak terencana yang dilakukan untuk mengambil foto pribadi menjadi pemicu tabrakan dua jet tempur F-15K dalam formasi terbang di dekat Daegu pada Desember 2021.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa pilot pendamping mencoba merekam momen penerbangan terakhirnya bersama unit dengan cara menaikkan dan memiringkan pesawat secara tajam tanpa izin demi mendapatkan sudut kamera yang lebih baik. Sementara itu, pilot lain turut merekam dari pesawat utama.
Ketika jarak kedua pesawat semakin dekat, awak mencoba melakukan manuver penghindaran. Namun, pesawat pendamping akhirnya menabrak bagian sayap pesawat utama.
Arsip foto - Pesawat tempur F-15 dan F-2 Angkatan Udara Bela Diri Jepang ke-5 dan ke-8 latihan militer bersama dengan pesawat tempur Amerika Serikat F-35B milik Marine Aircraft Group 12 di lepas pantai Kyushu, Jepang pada Oktober 2022. /ANTARA/Kantor (Antara)
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerugian sekitar 880 juta won atau setara Rp10,3 miliar.
Dewan audit menyatakan pilot pendamping sebagai pihak yang bertanggung jawab, namun juga menyoroti lemahnya pengawasan angkatan udara terhadap aktivitas perekaman video selama penerbangan saat itu.
Selain menjatuhkan sanksi, pihak AU juga mengenakan denda serta mewajibkan pilot untuk menanggung sekitar sepersepuluh dari biaya perbaikan.
Sebagai tindak lanjut, Angkatan Udara Korea Selatan telah memperketat aturan keselamatan penerbangan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Arsip foto - Pesawat tempur F-15 dan F-2 Angkatan Udara Bela Diri Jepang ke-5 dan ke-8 latihan militer bersama dengan pesawat tempur Amerika Serikat F-35B milik Marine Aircraft Group 12 di lepas pantai Kyushu, Jepang pada Oktober 2022. /ANTARA/Kantor (Antara)