Terjadi Lagi, Ambulans Dijebak Debt Collector Pinjol di Sleman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 09:58
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mobil Ambulans Mobil Ambulans (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Insiden penjebakan terhadap layanan ambulans kembali terjadi di Kabupaten Sleman. Kali ini, sebuah ambulans milik relawan menjadi sasaran ulah debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) yang memanfaatkan layanan darurat untuk kepentingan penagihan utang.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu (22/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya, pihak ambulans menerima panggilan telepon yang meminta penjemputan pasien dalam kondisi darurat di sebuah indekos kawasan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.

"Pasiennya (DC pinjol berpura-pura) itu ngomong emergency suruh membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata admin Ambulans Mer-C Yogya, Aziz Apri Nugroho, melalui sambungan telepon.

Menanggapi permintaan tersebut, sopir ambulans bernama Muklis langsung menuju lokasi yang dimaksud. Seperti biasa, layanan ambulans ini dijalankan dengan prinsip sosial tanpa memungut biaya.

Baca Juga: YouTube Terapkan Batas Usia 16 Tahun di Indonesia, Pemerintah Pastikan Kepatuhan PP TUNAS

"Ya memang niatnya ming nulungi ibarate nek kami kan meng ambulans menginfak saja (cuma membantu, ibaratnya kami itu cuma ambulans infak saja). Monggo nggak dikasih, gratis ya nggak apa-apa," katanya.

Namun, setibanya di lokasi, situasi yang ditemui justru mencurigakan. Orang yang disebut sebagai pasien ternyata sudah tidak lagi tinggal di indekos tersebut sejak lama.

Merasa ada kejanggalan, pihak ambulans kemudian menghubungi kembali nomor penelepon. Dari situ terungkap bahwa panggilan tersebut berasal dari debt collector pinjol. Bahkan, dalam komunikasi lanjutan, pihak DC meminta ambulans untuk membantu menyampaikan pesan kepada nasabah agar segera melunasi utangnya.

"Ngasih keterangan seperti itu (mengaku dari pinjol)," katanya.

Kejadian ini bukan satu-satunya pada hari yang sama. Berdasarkan informasi yang diterima Aziz, petugas pemadam kebakaran juga mengalami hal serupa dengan laporan palsu.

Baca Juga: Mensos Kaji Penambahan Kuota PBI JKN hingga 120 Juta Jiwa

Aziz mengaku belum memutuskan apakah akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun, ia berharap cerita yang disampaikannya dapat menjadi perhatian aparat agar tindakan serupa tidak kembali terulang.

Peristiwa ini juga menambah daftar kejadian serupa yang pernah dialami pihaknya. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, ambulans tersebut sudah tiga kali menjadi korban modus penipuan.

"Empat tahunan yang lalu itu saya kena order antar jenazah di Condongcatur. Itu ternyata orangnya nggak ada," katanya.

Kejadian lain juga terjadi sekitar dua tahun lalu. Aziz mengaku heran dengan tindakan pihak-pihak yang tega memanfaatkan layanan kemanusiaan untuk kepentingan pribadi.

Akibat kejadian seperti ini, waktu dan sumber daya ambulans terbuang percuma. Padahal, layanan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dalam kondisi darurat.

x|close