Menteri PPPA: Perempuan Kunci Lahirkan Generasi Unggul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 08:22
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi saat sambutan pada acara Harlah Muslimat NU ke-80 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minggu 12 April 2026 ANTARA/Hery Sidik Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi saat sambutan pada acara Harlah Muslimat NU ke-80 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minggu 12 April 2026 ANTARA/Hery Sidik (Antara)

Ntvnews.id, 

Yogyakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi penerus yang unggul dan berkualitas.

Dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu 12 April 2025,

Ia menyampaikan bahwa perempuan Muslimat NU selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat akar rumput.

"Karena sebetulnya perempuan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis untuk melahirkan generasi unggul generasi berkualitas," katanya.

Baca Juga: Menteri PPPA Luncurkan Ruang Bersama Indonesia di Jakarta Selatan, Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Ia menjelaskan bahwa peran perempuan sangat krusial dalam mendidik anak-anak agar memiliki nilai kasih sayang, cinta damai, serta akhlakul karimah sebagai bekal membentuk generasi berkualitas.

Menurutnya, tema Harlah Muslimat NU tahun 2026 yakni "Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban" sangat relevan dengan kondisi saat ini.

"Ini maknanya luar biasa, karena sudah disiapkan diskusi sejak dua tahun lalu, ternyata kondisi saat ini tepat sekali, dan apa yang dilakukan Muslimat NU selama ini bagaimana menguatkan tradisi ini yang dilakukan melalui pengajian ke pengajian yang lain," katanya.

Selain itu, Arifatul juga menyoroti peran Muslimat NU dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat di tingkat bawah melalui keberadaan paralegal.

"Salah satunya dengan adanya paralegal Muslimat NU yang saat ini jumlahnya mendekati 2.500 paralegal, bahkan sudah dapat rekor dalam Museum Rekor Indonesia (MURI)," katanya.

Baca Juga: Menteri PPPA: Banyak Anak Perempuan Putus Sekolah Akibat Perkawinan Dini dan Faktor Ekonomi

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perempuan untuk memperkuat komitmen dalam berkontribusi bagi masyarakat, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan solutif.

"Saya mengajak semua, mari mulai dari keluarga, kita didik anak-anak kita menjadi generasi yang cinta damai, menghargai perbedaan kuat secara akhlak, mental dan spiritual," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga berharap Muslimat NU terus memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi serta memperkuat kemandirian masyarakat.

"Kami dari Kementerian PPPA siap berkolaborasi dengan Muslimat NU di seluruh Indonesia bagaimana kita menguatkan perempuan berdaya, anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close