Polda Metro: Kebijakan WFH ASN Efektif Kurangi Kemacetan Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 13:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin. ANTARA/Ilham Kausar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin. ANTARA/Ilham Kausar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) terbukti mampu menurunkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik rawan macet di Jakarta.

"Memang terlihat hari ini ada perbedaan yang cukup signifikan dilihat dari volume kendaraan masyarakat yang memanfaatkan kebijakan WFH ini terlihat dari pantauan arus lalu lintas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin di Jakarta, Jumat.

Komarudin menyampaikan hasil pemantauan sejak pagi hingga sekitar pukul 09.20 WIB menunjukkan kondisi lalu lintas yang lebih lancar di beberapa ruas utama, seperti Jalan Sudirman, baik dari arah selatan ke utara maupun sebaliknya. Hal serupa juga terlihat di kawasan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda, yang biasanya mengalami antrean panjang, khususnya di Layang Ladokgi.

"Kemudian bertemu beberapa ruas jalan lain seperti Asia Afrika, Gerbang Pemuda, yang memang biasanya di Layang Ladokgi itu terjadi antrean yang cukup panjang sampai jam segini, termasuk juga yang akses masuk Jakarta yang dari wilayah barat ke timur, memang terlihat meriah namun tidak sampai terjadi kepadatan yang berarti," katanya.

Baca Juga: Malaysia Terapkan WFH untuk Hemat BBM, ASN Bisa Kerja dari Ponsel

Ia menambahkan, titik-titik yang biasanya menjadi simpul kemacetan seperti Semanggi tetap mengalami kepadatan, namun antrean kendaraan tidak sepanjang hari-hari biasa.

Meski demikian, beberapa ruas jalan masih terpantau padat dan tidak terlalu terdampak kebijakan WFH, salah satunya jalur dari Slipi menuju Semanggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyaknya titik perpotongan arus kendaraan (crossing) di kawasan tersebut.

"Kita ketahui di situ ada off frame dari dalam tol yang akan keluar ke Semanggi itu crossing dengan jalur TransJakarta, kemudian crossing juga dengan yang dari arteri dari Slipi ke arah Semanggi. Ditambah lagi crossing-an yang dengan ada di jalan kecil dari Benhil. Terus termasuk juga crossing-an dari Semanggi mau ke Sudirman, dari Benhil mau ke arah Cawang, ini yang jadi salah satu penyebab," kata Komarudin.

Secara umum, ia menyebut kondisi lalu lintas Jakarta pada hari penerapan WFH lebih lancar, meskipun masih terdapat kepadatan volume kendaraan di beberapa titik.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 3/SE/2026 terkait penerapan WFH setiap hari Jumat.

Baca Juga: Kemenpan RB Ingatkan Instansi Pusat dan Daerah WFH Mulai Jumat Pekan Ini, Beri Peringatan Jika Tak Patuh

“Untuk work from home atau work from everywhere sebenarnya, saya sebagai Gubernur sudah menandatangani SE-nya. Jadi untuk masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) itu range-nya antara 25 sampai 50 persen yang melakukan work from home,” jelas Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Dalam aturan tersebut, proporsi ASN yang dapat menjalankan WFH berkisar antara 25 hingga 50 persen, disesuaikan dengan karakteristik tugas di masing-masing unit kerja. Pegawai yang diperbolehkan WFH juga harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti tidak sedang menjalani sanksi disiplin dan memiliki masa kerja lebih dari dua tahun.

Selain itu, ASN yang menjalankan WFH diwajibkan melakukan presensi secara daring dua kali sehari melalui aplikasi mobile, yakni pada pagi hari pukul 06.00–08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–18.00 WIB.

(Sumber: Antara)

x|close