Israel Hancurkan Belasan Kamera CCTV Markas Pasukan Keamanan PBB di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 11:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan 17 kamera pengawas yang terhubung dengan markas utama pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah selatan Lebanon dalam kurun waktu 24 jam. Informasi tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat keamanan PBB.

Dilansir dari AFP, Minggu, 5 April 2026, sejak pecahnya konflik antara Israel dan Hizbullah pada 2 Maret, pasukan UNIFIL berada di tengah situasi baku tembak di kawasan selatan Lebanon. Di wilayah tersebut, Hizbullah terus melancarkan serangan ke Israel, sementara militer Israel melakukan penetrasi ke kota-kota perbatasan.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan bahwa "17 kamera markas kami telah dihancurkan oleh tentara Israel" di kota pesisir Naqura.

Sebelumnya, pada Kamis, juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengungkap bahwa pasukan penjaga perdamaian menyaksikan “tentara Israel melakukan penghancuran sebagian besar wilayah” Naqura sejak awal pekan.

"Penghancuran ini tidak hanya menghancurkan rumah dan bisnis sipil, tetapi kekuatan ledakan juga menyebabkan kerusakan pada markas UNIFIL," tambahnya.

Baca Juga: Iran Ancam Targetkan Kedutaan Israel Jika...

Dalam perkembangan lain, tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah selama sepekan terakhir.

UNIFIL juga melaporkan sebuah ledakan di salah satu pangkalan mereka dekat Odaisseh yang menyebabkan tiga personel terluka. Hingga kini, sumber ledakan tersebut masih belum diketahui.

Di sisi lain, militer Israel menuduh Hizbullah sebagai pihak yang meluncurkan roket yang “mendarat di pos terdepan UNIFIL”.

Kantor PBB di Jakarta menyebutkan bahwa korban luka dalam insiden tersebut merupakan warga negara Indonesia. Pemerintah Indonesia pun mengecam kejadian ini sebagai “tidak dapat diterima” dan menilai insiden tersebut menunjukkan urgensi peningkatan perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah konflik yang semakin berbahaya.

Arsip foto - Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL berdiri di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang bersiap untuk bersandar di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). A <b>(Antara)</b> Arsip foto - Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL berdiri di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang bersiap untuk bersandar di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). A (Antara)

Sejak dibentuk pada 1978 untuk memantau penarikan pasukan Israel dari Lebanon, PBB mencatat sedikitnya 97 personel penjaga perdamaian telah tewas akibat kekerasan.

"Ini merupakan minggu yang sulit bagi pasukan penjaga perdamaian yang bekerja di dekat bagian tengah wilayah operasi UNIFIL," kata Ardiel.

"(UNIFIL) mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas pertempuran di dekatnya yang dapat membahayakan mereka," pungkasnya.

TERKINI

Load More
x|close