Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria bernama Suhermanto alias Didik, 46, ditemukan tewas di dalam kamar kos di Gang Taman Bali Nomor 14, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (31/3/2026) pagi pukul 08.50 WITA. Kondisinya mengenaskan saat ditemukan saksi.
Menurut informasi dikutip dari Nusa Dua Bali, Kematian korban asal Surabaya, Jawa Timur itu pertama kali diketahui oleh seorang kurir paket, I Gede Edi Prasetya Wijaya. Saat itu saksi hantar paket ke alamat korban.
Setibanya di depan kamar, saksi memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Karena pintu kamar dalam kondisi sedikit terbuka, ia kemudian mendorong pintu dan melihat korban tergeletak di dalam kamar.
Awalnya dikira sedang tidur, namun saat dipanggil korban tak respons. Curiga dengan kondisi tersebut, saksi mencoba memastikan keadaan korban. Saat diperiksa lebih dekat, tercium bau tidak sedap. Barulah saksi sadar kalau korban telah meninggal dunia.
View this post on Instagram
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengatakan mengetahui korban meninggal, saksi langsung memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan serta pihak kepolisian.
“Menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di dalam kamar, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan serta barang pribadi milik korban.
Keterangan saksi korban terakhir terlihat Minggu (29/3/2026) saat duduk di depan kamar kos. Korban diketahui bekerja sebagai tukang sol sepatu kulit.
Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan di TKP, Jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar.
Informasi tersebut diunggah Nusa Dua Bali.
Pompa BBM pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.116.12 Kembangan, Jakarta Barat, dipasangi garis polisi akibat insiden tercampurnya pertalite dengan solar, Senin 4 Agustus 2025. ANTARA/Risky Syukur (Antara)