Dalam kegiatan tersebut, Mashudi bersama jajaran mengunjungi beberapa fasilitas, antara lain Lapas Kelas I Cipinang, Lapas Narkotika Jakarta, Rutan Cipinang, Lapas Perempuan, serta Rutan Perempuan Jakarta.
"Saya ingin memastikan kesiapan lapas dan rutan serta jajaran baik dalam bidang layanan dan juga pengamanan yang kondusif," kata Mashudi.
Ia menjelaskan bahwa momen hari raya keagamaan biasanya diiringi peningkatan signifikan jumlah pengunjung yang datang untuk bertemu narapidana, tahanan, maupun anak binaan.
"Lonjakannya bisa ratusan persen," katanya.
Karena itu, menurutnya, setiap lapas dan rutan perlu menjalankan standar operasional prosedur (SOP) kunjungan secara optimal agar pelayanan tetap berjalan baik, sekaligus menjaga proses pembinaan serta keamanan dan ketertiban.
"Seluruh petugas kami di lapas dan rutan akan bekerja maksimal untuk itu," ujarnya.
Terkait pemberian remisi, Mashudi menyampaikan bahwa remisi khusus Idul Fitri akan diberikan pada hari pertama perayaan. Sementara itu, remisi Hari Raya Nyepi diberikan sehari sebelum hari raya kepada 1.506 narapidana, serta pengurangan masa pidana khusus (PMKP) untuk sembilan anak binaan.
Ia berharap pemberian remisi tersebut dapat menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi warga binaan agar terus mengikuti program pembinaan dengan baik, sebelum nantinya kembali ke masyarakat.
Untuk memastikan keamanan selama periode kunjungan Lebaran, Mashudi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas, kepala lapas, dan kepala rutan untuk berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI.
"Hal ini untuk memastikan bahwa semua layanan bagi warga binaan dan masyarakat dapat terpenuhi, pun keamanan dan ketertiban lapas rutan dan lingkungan masyarakat terjaga dengan baik," kata Mashudi.