Jasa Marga Berikan Diskon Tarif Tol Hingga 46 Persen pada 15–16 Maret 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mar 2026, 08:43
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kondisi arus kendaraan menuju Gerbang Tol Cikampek Utama (arah kanan), Minggu (15/3/2026) dini hari. ANTARA/Risky Syukur Kondisi arus kendaraan menuju Gerbang Tol Cikampek Utama (arah kanan), Minggu (15/3/2026) dini hari. ANTARA/Risky Syukur (Antara)

Ntvnews.id, Karawang - PT Jasa Marga memberikan potongan tarif tol pada 15–16 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyampaikan bahwa diskon tarif tersebut berlaku untuk dua skema perjalanan berbeda.

"Potongan tarif 30 persen untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung," kata Ria kepada wartawan di kawasan Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu.

Baca Juga: Polisi Temukan Mayat di Dalam Mobil di Pinggir Tol Cikampek

Selain itu, di ruas Batang–Semarang juga diberlakukan potongan tarif yang lebih besar, yakni sekitar 46 persen bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan secara menerus melalui Gerbang Tol Kalikangkung.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026, Jasa Marga juga menambah jumlah gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Gerbang Tol Cikampek Utama yang biasanya mengoperasikan 15 gardu, saat ini kami tingkatkan menjadi 19 gardu yang berfokus melayani kendaraan dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa," kata Ria.

Menurut Ria, peningkatan jumlah kendaraan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 11 Maret 2026, meskipun belum terlalu signifikan.

“Kalau terhitung sampai dengan tanggal 11 hingga 13 Maret, perhitungan kami sudah mencapai sekitar 108 ribu kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa. Jadi memang sudah terlihat lonjakan yang cukup tinggi," kata dia.

Baca Juga: AHY: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi pada 14 dan 15 Maret 2026

Meski demikian, ia menyebut peningkatan volume kendaraan tersebut masih dapat ditangani tanpa perlu menerapkan rekayasa lalu lintas.

"Baik 'one way' maupun 'contra flow'. Untuk saat ini memang belum ada rekayasa lalu lintas sama sekali, karena seluruh lonjakan kendaraan masih dapat diantisipasi dengan baik," kata Ria.

(Sumber: Antara)

x|close