Kepala Militer Israel Umumkan Intensifikasi Serangan ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 23:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Militer Israel Eyal Zamir (kedua dari kanan). (ANTARA/Xinhua) Kepala Militer Israel Eyal Zamir (kedua dari kanan). (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Yerusalem  - Eyal Zamir, Kepala Militer Israel, Kamis, 5 Maret 2026, menyatakan bahwa pasukannya memasuki fase baru dalam konflik dengan Iran, di mana serangan akan lebih difokuskan pada fondasi pemerintahan dan militer Iran.

Zamir menyebutkan, setelah serangan pembuka yang mengejutkan berhasil melumpuhkan jajaran rudal balistik Iran, fokus militer Israel kini bergeser ke target strategis lainnya.

"Kami memiliki langkah-langkah kejutan lebih lanjut yang tidak akan saya ungkapkan. Kami akan mengejar semua musuh kami dan kami akan menjangkau mereka," ujar dia, seperti dilaporkan Xinhua.

Zamir menambahkan, Angkatan Udara Israel telah melancarkan 2.500 serangan dan menjatuhkan lebih dari 6.000 amunisi ke wilayah Iran.

Hal ini diyakininya telah menghancurkan sekitar 60 persen peluncur rudal balistik Iran serta 80 persen sistem pertahanan udara negara tersebut.

Baca Juga: AS-Israel Bombardir Kompleks Kediaman Pimpinan Tertinggi Iran Khamenei di Teheran

Ia menegaskan, Israel kini memiliki keunggulan udara yang hampir menyeluruh atas Iran.

Operasi gabungan AS-Israel yang diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, dikoordinasikan secara saksama dengan jajaran petinggi militer Amerika Serikat, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine dan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper.

Zamir menekankan bahwa tujuan serangan Israel adalah melucuti kapabilitas militer pemerintah Iran dan menempatkan mereka pada titik isolasi strategis serta kelemahan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Di front utara, Zamir menyatakan Israel menyerang "dengan kekuatan" di perbatasan dan jauh ke dalam wilayah Lebanon.

Ia mengonfirmasi bahwa pasukannya telah diperintahkan untuk maju dan menguasai posisi-posisi penting di selatan Lebanon.

Baca Juga: Iran Bombardir Kantor Netanyahu dengan Rudal Mematikan

Sementara itu, militer Israel menyebut pihaknya telah menewaskan Zaid Ali Jumaa, komandan pengelola kekuatan tempur Hizbullah, dalam serangan udara di Beirut. Israel menyatakan bahwa Jumaa, yang juga menjabat kepala artileri di Lebanon selatan, bertanggung jawab atas peluncuran "ribuan" roket, rudal, dan drone ke wilayah Israel.

Sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, Iran melancarkan serangan berskala besar terhadap Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

x|close