Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keputusan untuk mengganti Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, di tengah meningkatnya kritik bipartisan terhadap kepemimpinannya. Pengumuman tersebut disampaikan Trump pada Kamis, 5 Maret 2026 waktu AS melalui platform media sosial miliknya.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut bahwa posisi Menteri Keamanan Dalam Negeri akan diisi oleh Senator AS dari Oklahoma, Markwayne Mullin.
"Saya dengan bangga mengumumkan bahwa Senator AS yang Sangat Dihormati asal Negara Bagian Oklahoma, Markwayne Mullin, akan menjabat sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS, mulai 31 Maret 2026," tutur Trump dikutip dari platform media sosial Truth Social, Jumat, 6 Maret 2026.
Trump juga menyampaikan bahwa Noem akan dialihkan ke posisi baru sebagai utusan khusus dalam inisiatif keamanan regional yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Menteri saat ini, Kristi Noem, yang telah melayani kita dengan baik, dan meraih berbagai hasil yang luar biasa... akan menjabat sebagai Utusan Khusus untuk The Shield of the Americas, Inisiatif Keamanan baru di Belahan Bumi Barat yang akan kami umumkan pada Sabtu (7 Maret 2026) di Doral, Florida. Saya berterima kasih kepada Kristi atas pengabdiannya di 'Homeland'," imbuh Trump.
Pergantian tersebut menjadi perombakan kabinet pertama pada masa jabatan kedua Trump. Keputusan itu muncul tak lama setelah sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan untuk memberhentikan Noem.
Menurut laporan NBC News
Sementara itu, laporan dari The Wall Street Journal menyebut bahwa Trump semakin kehilangan kesabaran setelah sikap Noem dalam sidang di hadapan Komite Yudisial Senat AS pada Selasa, 3 Maret 2026.
"Hal terakhir yang mendorong Trump kehilangan kesabarannya adalah sikap agresif Noem dalam sidang dengar pendapat di hadapan Komite Yudisial Senat AS pada Selasa, yang menunjukkan kekecewaan bipartisan terhadap kepemimpinan Noem, ujar sejumlah penasihat tersebut," menurut sebuah laporan dari The Wall Street Journal.
Media yang sama juga menyoroti keputusan Noem mengalokasikan anggaran besar untuk kampanye iklan terkait kebijakan imigrasi, yang disebut turut memicu ketidaksenangan Trump.
"Keputusan Noem mengalokasikan 200 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.886) untuk sebuah kampanye iklan, yang menampilkan dirinya menyerukan kepada mereka yang bermukim secara ilegal di AS agar melakukan deportasi mandiri, membuat jengkel presiden selama berbulan-bulan karena gaya promosi Noem yang menonjolkan dirinya sendiri," papar laporan tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, Noem juga menghadapi tekanan setelah insiden penembakan fatal terhadap dua warga AS di Minneapolis.
Pada 7 Januari, seorang petugas dari U.S. Immigration and Customs Enforcement menembak mati seorang warga AS bernama Renee Good (37).
Sementara pada 24 Januari, petugas dari United States Border Patrol menembak mati warga AS lainnya, Alex Pretti (37).
Kritik terhadap Noem semakin kuat setelah ia menyebut kedua korban sebagai pelaku “aksi terorisme dalam negeri”. Pernyataan tersebut menuai kecaman karena tidak didukung oleh bukti rekaman video yang memperkuat klaim tersebut.
Penunjukan Menteri Keamanan Dalam Negeri yang baru nantinya masih harus mendapat persetujuan dari Senat Amerika Serikat, di mana Partai Republik saat ini memegang mayoritas kursi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/as/am. (Antara)