Ntvnews.id, Aceh Utara - Pemerintah terus memprioritaskan pemulihan konektivitas pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Untuk itu, pembangunan jembatan darurat tetap diprioritaskan agar masyarakat terdampak bisa melanjutkan kegiatan sehari-hari dengan lebih nyaman dan tenang.
Pantauan di lapangan, hingga Selasa, 20 Januari 2026, Satuan Tugas Operasi Penanganan Bencana Alam di Wilayah Aceh terus bertugas membangun jembatan. Satgas ini berasal dari Satuan Batalyon Zeni Tempur 5/ABW.
Adapun jembatan yang tengah dibangun meliputi pemasangan Jembatan Garuda (bailey) tipe 3-1 dengan 15 petak. Dibangun pula jembatan armco sebanyak dua unit masing-masing sepanjang enam meter. Satgas pun membangun jembatan gantung VRI.
Jembatan Garuda tengah dibangun di Matang Serdang, Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara. Proses pengerjaannya sudah mencapai 23 persen atau sudah masuk ke tahap penyiapan kepala jembatan (abutment) tepi dekat.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Lewat Catatan Tangan, Perkuat Persahabatan Indonesia-Inggris
Satuan Tugas Operasi Penanganan Bencana Alam di Wilayah Aceh terus bertugas membangun jembatan hingga Selasa, 20 Januari 2026. (Bakom RI)
Baca Juga: Izin Dicabut Prabowo, Toba Pulp Lestari Tunggu Keputusan Resmi
Di lapangan, material sudah berdatangan seperti besi-besi panjang berbentuk silang yang menjadi ciri khas jembatan bailey. Tampak para personel TNI tengah mengangkat palang-palang besi ini untuk segera dipasang.
Pembangunan Jembatan Garuda ini melibatkan 25 personel TNI yang terdiri atas 18 personel Yonzipur 5/ABW, 5 personel Yonzipur 6/SD, dan 2 personel Dinas Pekerjaan Umum Aceh Utara.
Untuk jembatan armco yang dibangun di Desa Alue Capli, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, progres pembanguan sudah mencapai 78 persen. Sudah dilakukan pembuatan balok beton (sloof) badan jembatan dan penimbunan tanah.
Pengerjaan jembatan armco ini melibatkan 12 personel, terdiri atas 7 personel Yonzipur 5/ABW dan 5 personel Yonzipur 6/SD.
Sementara itu, jembatan gantung saat ini sedang dibangun di Gampong Tengah, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Pembangunan jembatan ini bekerja sama dengan komunitas Vertical Rescue Indonesia (VRI).
Adapun pengerjaan yang dilakukan yakni penggalian lubang atau fondasi di tepi dekat. Pengerjaan jembatan gantung VRI ini dilakukan oleh 66 personel dari Yonzipur 5/ABW.
Satuan Tugas Operasi Penanganan Bencana Alam di Wilayah Aceh terus bertugas membangun jembatan hingga Selasa, 20 Januari 2026. (Bakom RI)