Ntvnews.id, Jakarta - Pakar Hidrometeorologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Armi Susandi, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang disertai curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari hingga dua pekan ke depan.
Dalam lima hari ke depan, wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem yang cukup serius.
"Wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten," ucap Armi Susandi dalam podcast bertajuk Dari Pulomas di YouTube NTVNewsid, dikutip Kamis, 18 Desember 2025.
Curah hujan di wilayah tersebut diperkirakan dapat mencapai 70 milimeter per hari, angka yang tergolong tinggi dan berisiko menimbulkan banjir, genangan, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
Kondisi angin yang bertiup kencang secara konsisten juga dikhawatirkan dapat mengganggu jalur transportasi, termasuk kawasan Selat Sunda. Kalau sudah menyebut Banten, Jakarta juga perlu waspada karena dampaknya bisa menjalar ke sebagian wilayah Ibu Kota.
Baca Juga: BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di 6 Wilayah, dari Sumatra Hingga Nusa Tenggara
Armi Susandi dan Pimpinan Redaksi NTVNews.id Ismoko Widjaya (YouTube NTVNews.id)
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Jakarta Perkuat Mitigasi Cegah Pohon Tumbang
Tak hanya di wilayah barat Indonesia, potensi cuaca ekstrem juga diperkirakan akan terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian Bali. Dalam 10 hari ke depan, curah hujan di kawasan ini diprediksi mencapai sekitar 50 milimeter per hari.
"10 hari ke depan curah hujannya kira-kira lebih rendah sikit, mungkin 50 mm per hari," ujarnya lagi.
Meski angkanya sedikit lebih rendah dibanding wilayah barat, hujan yang turun dalam waktu singkat tetap berisiko, terutama jika tidak diantisipasi dengan baik. Armi menegaskan, hujan yang terkonsentrasi dalam satu hari dapat menimbulkan dampak serius apabila sistem drainase dan kesiapsiagaan masyarakat kurang optimal.
Pada periode yang hampir bersamaan, wilayah Papua, khususnya Papua bagian selatan, Merauke, Papua Barat, hingga Manokwari, juga berpotensi mengalami curah hujan tinggi dalam 10 hari ke depan. Wilayah selatan Papua dinilai cukup rentan karena dekat dengan sumber uap air yang dapat memperkuat intensitas hujan.
"Kira-kira sekitar Merauke, Papua Barat, bagian bawah Nah juga ada di Makuari cuma saya khawatir di wilayah selatan karena itu dekat sekali dengan sumber airnya, sumber airnya di bagian selatan Papua itu kan ada air tuh nah dia akan berputar disitu," jelasnya.
Meski pusat sistem cuaca diperkirakan tidak masuk jauh ke daratan, ekor siklon tetap mampu membawa uap air dalam jumlah besar yang berpotensi memicu hujan deras.
Pakar Hidrometeorologi ITB, Armi Susandi (YouTube NTVNews.id)