Pakar Sebut Distribusi Logistik Masif di Sumatra Bukti Negara Hadir Cepat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 19:47
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Distribusi logistik besar-besaran yang dilakukan pemerintah dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan bukti nyata bahwa negara bergerak cepat dan responsif dalam situasi darurat. (Foto: BPMI Setpres) Distribusi logistik besar-besaran yang dilakukan pemerintah dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan bukti nyata bahwa negara bergerak cepat dan responsif dalam situasi darurat. (Foto: BPMI Setpres)

Ntvnews.id, Jakarta - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai distribusi logistik besar-besaran yang dilakukan pemerintah dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan bukti nyata bahwa negara bergerak cepat dan responsif dalam situasi darurat.

Menurut Bawono, skala, kecepatan, dan koordinasi distribusi bantuan kali ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam kapasitas pemerintah untuk melindungi warganya ketika bencana melanda. 

Pengiriman 34,3 ribu ton beras, 6,8 juta liter minyak goreng, hingga perlengkapan khusus bagi bayi, anak-anak, dan lansia dinilainya sebagai langkah konkret yang memperlihatkan kesigapan negara.

"Distribusi logistik dalam volume sebesar ini-dikirimkan hanya dalam hitungan hari sejak bencana terjadi-adalah indikator kuat bahwa negara hadir cepat. Pemerintah tidak menunggu situasi memburuk, tetapi langsung menggerakkan sumber daya untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi," jelas Bawono dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menekankan bahwa keberhasilan distribusi logistik dalam masa bencana sangat bergantung pada koordinasi lintas lembaga, mulai dari BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian PMK, TNI-Polri, hingga pemerintah daerah. Dalam kasus di Sumatera kali ini, Bawono melihat adanya pola kerja yang jauh lebih terintegrasi.

"Yang menarik adalah kolaborasi pusat–daerah berlangsung efektif. Semua bergerak serentak: evakuasi, pendirian posko, pendataan korban, dan distribusi bahan pangan. Ini bentuk nyata bahwa manajemen krisis kita mulai matang," ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan pesawat Hercules dan A400M yang memungkinkan logistik besar dipindahkan ke wilayah dengan akses terbatas akibat banjir dan longsor. Keputusan tersebut, menurut Bawono, sangat menentukan dalam menjaga ritme suplai bantuan.

"Keberadaan pesawat angkut besar memungkinkan distribusi berlangsung tanpa jeda, bahkan ketika jalan darat terputus. Ini menandakan bahwa pemerintah memahami tantangan geografis dan menjawabnya dengan solusi yang tepat," tambahnya.

Bawono menyatakan bahwa dalam konteks penanganan bencana, kecepatan adalah faktor paling penting setelah keselamatan warga. Langkah cepat pemerintah memastikan bahwa masyarakat terdampak tidak mengalami kekurangan pangan dan kebutuhan dasar, yang berpotensi menimbulkan kerentanan sosial.

"Respons yang cepat bukan hanya menyelamatkan warga dari dampak langsung bencana, tetapi juga mencegah munculnya masalah turunan seperti kelangkaan pangan, kenaikan harga, hingga gangguan aktivitas ekonomi di daerah terdampak," tegasnya.

Ia menilai penanganan banjir Sumatera kali ini bisa menjadi model penanganan bencana nasional apabila konsistensi dan koordinasinya terus dijaga.

"Kita melihat standar baru: negara tidak hanya hadir saat bencana, tetapi hadir cepat. Ini memberi rasa aman kepada masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah," pungkas Bawono.

x|close