Massa Gelar Aksi di Simpang Otista, Jakarta Timur, Bakar Ban dan Tutup Jalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2025, 19:57
thumbnail-author
Irene Anggita
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ratusan pengunjuk rasa berkerumun di persimpangan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) - Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (29/8/2025) malam. Ratusan pengunjuk rasa berkerumun di persimpangan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) - Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (29/8/2025) malam. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah warga bersama para pengemudi ojek online kembali melakukan aksi demonstrasi di kawasan persimpangan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) dan Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat malam.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa mulai menutup akses jalan dari arah Kampung Melayu dan Cawang. Mereka membakar ban serta sejumlah barang lain tepat di titik pertemuan jalan tersebut sebagai bentuk protes.

Kericuhan semakin terasa ketika sejumlah peserta aksi yang mayoritas merupakan warga sekitar dan ojol, merusak papan rambu lalu lintas di sepanjang Jalan Otista III. Tak hanya itu, sebagian massa juga menyalakan petasan dan kembang api yang diarahkan ke udara.

Salah seorang demonstran, Dedi (nama samaran), mengungkapkan alasannya ikut turun ke jalan adalah sebagai bentuk solidaritas atas situasi yang ia anggap tidak adil.

"Saya cuma mau menuntut keadilan bagi masyarakat miskin di negara ini," ujarnya.

Senada dengan itu, seorang demonstran lainnya, Agus (nama samaran), menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menyebabkan wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol.

"Pengamanan harusnya tidak perlu sampai begitu," katanya. Ia sendiri merupakan warga yang tinggal di kawasan Kampung Melayu.

Hingga pukul 18.05 WIB, keberadaan aparat kepolisian belum tampak di lokasi untuk mengendalikan situasi. Sebaliknya, pengamanan di area tersebut sementara diambil alih oleh sejumlah personel TNI. Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pun mengalami kemacetan parah akibat kerumunan massa di simpang jalan.

Sebelumnya, di pagi hari pada Jumat yang sama, kemacetan juga terjadi di Jalan Otista. Hal ini disebabkan oleh bentrokan yang meluas dari area Jakarta Pusat. Bahkan, lampu lalu lintas di beberapa titik dibakar oleh oknum demonstran.

Selain itu, jalanan sempat ditutup paksa oleh massa yang melempar batu ke arah aparat keamanan. Aksi ini berdampak langsung pada arus kendaraan, terutama yang datang dari arah Kampung Melayu menuju Cawang dan sebaliknya.

Situasi menjadi semakin panas ketika petugas kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Tanggapan dari pihak demonstran pun tak kalah keras, dengan ratusan warga—kebanyakan pemuda—melemparkan batu dan benda lainnya ke arah petugas.

Akibatnya, lalu lintas di sekitar lokasi menjadi kacau dan menyebabkan kemacetan berkepanjangan. Banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang harus berputar balik mencari jalur alternatif. Bahkan, bus Transjakarta pun tak bisa melintas di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian yang berjaga kala itu segera melakukan tindakan pengamanan dan mencoba meredakan ketegangan agar situasi tak makin memburuk. Mereka juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menghindari area demonstrasi demi keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Sumber: ANTARA

x|close