Pergerakan Janggal Rantis Brimob Maju Lewati Massa hingga Lindas Ojol

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2025, 10:03
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pria berjaket ojol ditabrak mobil Brimob. Pria berjaket ojol ditabrak mobil Brimob. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Mobil kendaraan taktis (rantis) Rimueng (sebelumnya disebut Barracuda) Brimob melindas pengemudi ojek online (ojol) hingga tewas. Korban bernama Affan Kurniawan, warga Palmerah yang masih berusia 21 tahun.

Peristiwa itu terjadi saat polisi terlibat bentrok dengan massa di sekitar SPBU Penjernihan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025 malam. Rantis Rimueng Brimob tersebut menerabas kerumunan massa.

Awalnya, mobil terlihat melewati kerumunan massa. Nampak di sisi kanan dan kiri Rimueng, massa tengah berlarian. Selanjutnya, terdapat seseorang berjaket ojol yang terjatuh saat berlari di jalur yang sama Rimueng.

Korban juga sempat tertabrak mobil. Akibatnya, mobil dikerumuni massa. Bukannya berhenti untuk berbelok menghindari pengemudi ojol tadi, pengemudi Rimueng akhirnya malah terus melajukan kendaraannya, yang padahal korban masih berada di bawah mobil dekat roda. Akibatnya korban Affan terlindas kendaraan lapis baja tersebut. 

Adapun apa yang dilakukan pengemudi Rimueng, melewati kerumunan massa, nampak tak lazim. Sebab selama NTVNews.id mengikuti pergerakan Brimob maupun polisi saat membubarkan massa di Pejompongan, baik ketika tanggal 25 maupun 28 Agustus 2025, posisi Rimueng selalu di belakang pasukan.

Tak pernah terlihat sekali pun kendaraan itu maju di depan pasukan, apalagi sampai melampaui massa.

Selama dua kali bentrok di Pejompongan, formasi yang disusun polisi saat membubarkan massa, paling depan ialah pasukan anti huru-hara (PHH) Brimob, lalu mobil water cannon di belakang atau di samping pasukan. Sementara mobil rantis seperti Rimueng maupun kendaraan double cabin Brimob, juga posisinya paling belakang.

Tak jarang pula, pasukan bermotor Brimob paling depan posisinya. Ini dilakukan guna menakut-nakuti pendemo dengan cara mengejar mereka dan membunyikan sirine secara keras. Sehingga, massa mundur dari posisinya.

Usai massa mundur, barulah pasukan maju. Sebelum pasukan maju, pergerakan pasukan itu diiringi penembakan peluru gas air mata. Sehingga massa semakin mundur ke belakang, menjauh dari titik awal.

Penembakan gas air mata juga dilakukan apabila serangan massa ke aparat, kian menjadi. Sementara water cannon, digunakan saat massa melakukan serangan ke aparat dari jarak dekat. Mobil itu juga dipakai untuk memadamkan api yang disulut oleh massa.

Adapun kendaraan Rimueng maupun mobil double cabin, sepengamatan NTVNews.id berisikan pimpinan dari kepolisian. Pada demo berujung ricuh di Pejompongan tanggal 25 Agustus 2025, mobil double cabin Brimob diisi oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Dari atas mobil tersebut, Susatyo mengatur langsung gerak pasukan Brimob, Sabhara maupun TNI dari Kodam Jaya yang dikerahkan guna mengendalikan keadaan.

Sementara pada bentrok di Pejompongan tanggal 28 Agustus 2025, Susatyo tak nampak di lokasi. Sabhara dan TNI juga tak dilibatkan saat upaya pembubaran. Komando atau perintah pergerakan pasukan, terlihat dan terdengar disampaikan oleh komandan dari Brimob yang berada dari atas mobil, maupun komandan yang berada di lapangan.

Bentrok polisi dengan massa pada 28 Agustus sendiri, berlangsung sengit. Ini terjadi setelah massa yang didominasi pelajar atau remaja tersebut, tak kunjung menyerah atau membubarkan diri, meski ratusan kali ditembaki aparat dengan peluru gas air mata.

Bentrok berakhir setelah polisi memutuskan menarik diri dari SPBU Penjernihan, memilih tak meladeni massa. Walau begitu, ternyata ada insiden mobil Rimueng yang melindas pengemudi ojol yang lokasi kejadiannya tak jauh dari SPBU.

Akibatnya, persoalan itu hingga kini masih terus berlanjut. Penyelidikan pun tengah dilakukan pihak-pihak terkait. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta maaf atas kejadian itu, dan telah menemui keluarga almarhum.

x|close