Ntvnews.id, Jakarta -
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Kilometer 39, jalur menuju Bakauheni, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi BG 1012 ZR dan truk tronton Hino bernomor polisi BG 8922 OF.
Akibat kecelakaan itu, pengemudi Suzuki Ertiga bernama Syahri Romadhoni (28) meninggal dunia setelah mengalami luka serius. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP M. Erza Trisyahputra Nasution, menjelaskan bahwa kedua kendaraan awalnya melaju dari arah Gerbang Tol Kotabaru menuju Bakauheni.
Saat perjalanan berlangsung, mobil Suzuki Ertiga berada di jalur cepat sebelah kanan, sedangkan truk tronton Hino melaju di jalur lambat. Informasi diunggah akun lampunggehnews.
View this post on Instagram
Diduga Mengantuk, Mobil Oleng ke Kiri
Menurut keterangan Erza, kecelakaan diduga terjadi ketika pengemudi Suzuki Ertiga mengalami kantuk saat berkendara. Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu kemudian oleng ke arah kiri hingga menabrak bagian belakang truk tronton yang berada di jalur lambat.
“Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan Suzuki Ertiga diduga dikemudikan dalam kondisi mengantuk dan melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian oleng ke kiri,” kata Erza.
Benturan keras antara kedua kendaraan mengakibatkan Syahri mengalami sejumlah luka serius. Korban dilaporkan mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung, disertai pendarahan dari mulut, hidung, dan telinga.
Melihat kondisi korban, petugas kemudian melakukan evakuasi dan membawa Syahri ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Kelelahan dan Kantuk Berisiko Saat Berkendara
Dugaan pengemudi mengantuk menjadi salah satu faktor yang disampaikan kepolisian dalam menjelaskan kecelakaan tersebut. Kondisi mengantuk dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, dan mengurangi kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan, terutama ketika melaju di jalan tol.
Pengendara yang menempuh perjalanan jauh disarankan memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum berkendara. Jika mulai mengantuk, sebaiknya segera mencari tempat istirahat yang aman dan resmi, bukan memaksakan diri melanjutkan perjalanan.
Selain itu, pengemudi perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.
Peristiwa di Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan, ini menjadi pengingat bahwa kelelahan dan kurangnya konsentrasi dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: Pemotor Tewas Hantam Truk di Tangerang
garis polisi (dokumen)