Menko AHY: Kedaulatan Bangsa Harus Ditopang Infrastruktur dan Ketahanan Nasional yang Kuat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 18:01
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Infrastruktur AHY Menko Infrastruktur AHY (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Cikarang - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kemandirian Indonesia dalam menghadapi rivalitas geopolitik dan geoekonomi global harus dibangun dari kekuatan domestik.

Dalam Konvensi Nasional XVII AIHII di President University, Jababeka, Cikarang, Menko AHY menempatkan pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, energi, air, dan pemerataan kewilayahan sebagai fondasi strategis kedaulatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menko AHY menjelaskan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global ketahanan nasional tidak lagi dapat dimaknai sebatas kemampuan pertahanan militer. Ketergantungan terhadap energi, pangan, teknologi, dan sistem logistik global juga dapat menjadi sumber kerentanan strategis. 

"Kedaulatan tidak cukup hanya dijaga melalui kekuatan pertahanan dan diplomasi. Kita juga harus memastikan ketersediaan pangan, energi, air, serta infrastruktur yang mampu menopang kehidupan rakyat dan produktivitas ekonomi nasional," jelas Menko AHY, 13 Oktober 2026.

Baca Juga: AHY Nilai Anak Muda yang Masuk Dunia Politik Adalah Pemberani

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas antarpulau, menghubungkan sentra produksi dengan pasar, dan membuka pusat-pusat pertumbuhan baru. Infrastruktur juga memiliki dimensi strategis dalam memperkuat daya tawar ekonomi Indonesia di tengah restrukturisasi rantai pasok global. 

"Infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, pelabuhan, bandara, atau bendungan. Infrastruktur adalah instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memastikan setiap daerah memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju," ungkapnya.

Menko AHY juga menyoroti pentingnya diplomasi infrastruktur untuk memperkuat kemitraan antarnegara, menarik investasi produktif, mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan kapasitas SDM nasional. Dalam kesempatan itu, ia mengajak AIHII memperluas kajian hubungan internasional ke isu infrastruktur strategis, konektivitas regional, dan ketahanan pembangunan. 

"Diplomasi yang kuat harus didukung kapasitas nasional yang kuat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing bukan hanya agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa," tegas Menko AHY.

Konvensi Nasional XVII AIHII tersebut juga dihadiri Rektor President University Handa Satyanugraha Abidin, Ketua Umum AIHII Agus Haryanto, serta sekitar 200 guru besar, dosen, dan peneliti ilmu hubungan internasional yang berasal dari 61 universitas di seluruh Indonesia.

Menko AHY didampingi Staf Khusus Menko, Agus Jovan Latuconsina, Merry Riana; Staf Khusus Menteri PU, Ahmad Khoirul Umam dan Tenaga Ahli Menko, Rio Neswan.

x|close