Gempa Terekam di Gunung Anak Krakatau Sebanyak 7 Kali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 06:53
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih didominasi kegempaan. Sebanyak tujuh kejadian gempa tercatat sejak Senin (12/10/2026) pukul 00.00 hingga 12.00 WIB. Meski demikian, dalam periode pengamatan tersebut belum teramati adanya erupsi.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Aktivitas gunung api tersebut terus dipantau petugas untuk mengetahui perkembangan kondisi vulkaniknya.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan tujuh kejadian gempa tercatat dalam dua periode pengamatan, yakni dini hari hingga pagi dan pagi hingga siang.

Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat tiga kejadian gempa. Sementara itu, pada pukul 06.00–12.00 WIB, petugas mencatat empat kejadian gempa yang terdiri atas tiga gempa hembusan dan satu gempa hybrid atau fase banyak.

“Aktivitas kegempaan ini masih menjadi salah satu parameter yang terus dipantau petugas di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau,” kata Suwarno.

Asap Kawah Terlihat hingga 50 Meter

Berdasarkan hasil pengamatan visual, Gunung Anak Krakatau terpantau dalam kondisi yang berubah-ubah, mulai dari terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati membumbung dari kawah. Tekanan asap tergolong lemah hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 10–50 meter di atas puncak kawah.

Selain pengamatan visual dan kegempaan, petugas juga mencatat adanya tremor menerus atau microtremor. Getaran tersebut terekam dengan amplitudo 2–22 milimeter dan didominasi amplitudo 5 milimeter.

Data kegempaan, tremor, dan pengamatan visual menjadi sejumlah parameter yang digunakan untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Masyarakat Diminta Memperhatikan Status Gunung

Status Level III atau Siaga menunjukkan masyarakat perlu memperhatikan rekomendasi resmi dari otoritas pemantauan gunung api. Meski belum teramati erupsi dalam periode pengamatan tersebut, kondisi gunung tetap perlu diwaspadai karena aktivitas vulkanik dapat berubah.

Masyarakat, nelayan, serta wisatawan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda diimbau mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu terus dipantau, terutama jika terjadi perubahan signifikan pada kegempaan, asap kawah, maupun gejala vulkanik lainnya.

Hingga pengamatan Senin siang tersebut, aktivitas GAK masih didominasi kegempaan dan belum teramati adanya erupsi.

Baca Juga: Status Anak Krakatau Naik ke Level Siaga

TERKINI

Load More
x|close