Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan respons tegas terkait sayembara yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sayembara tersebut menjanjikan hadiah uang tunai bagi warga sipil yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan seperti begal, jambret, hingga maling.
Pigai menyatakan harapannya agar sayembara tersebut hanyalah sebuah lelucon atau selorohan semata. Menurutnya, jika rencana tersebut benar-benar dilaksanakan secara serius, hal itu justru akan membahayakan keselamatan warga sipil dan berpotensi memicu pelanggaran HAM.
"Kalau serius ya tidak boleh. Tapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja. Tapi kalau serius tidak boleh, itu bahaya. Menteri HAM bilang, saya berharap itu guyonan, tapi serius diusahakan tidak boleh," ujar Pigai saat ditemui awak media, 29 Juli 2026.
Lebih lanjut, Pigai menyoroti risiko besar yang dihadapi warga sipil yang tidak memiliki keahlian atau pelatihan khusus dalam menangani pelaku kriminal yang cenderung bersenjata dan berbahaya. Ia khawatir dorongan hadiah uang akan membuat warga gelap mata dan memicu aksi main hakim sendiri yang berujung pada pertumpahan darah.
"Anda membayar untuk menangkap orang. Kalau nangkap begini, orang yang menangkap terlatih enggak? Kalau sipil yang tidak terlatih mukul dong, ya? Berdarah-darah. Apa perbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?" cetus Pigai.
Ia juga menekankan aspek etika dalam penegakan hukum di tengah masyarakat. "Tidak etis. Tapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Ya. Semoga guyonan dan tidak serius," tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun media sosial pribadinya mengumumkan sebuah sayembara terbuka bagi warga Jawa Barat. Dedi menawarkan hadiah mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 50 juta bagi siapa saja yang mampu melumpuhkan pelaku tindak kriminal.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," tulis Dedi di akun Instagramnya.
Dedi berdalih bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap tingginya aksi pembegalan dan kriminalitas di wilayah Jawa Barat. Meski melibatkan partisipasi warga, Dedi menegaskan bahwa pihaknya tetap berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, termasuk Polda Jabar dan Polda Metro Jaya, untuk mengintensifkan patroli malam.
"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," kata Dedi.
Baca Juga: Sayembara Tangkap Begal, KDM Balas Kritik Menteri Pigai
Arsip - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. Menteri Hak Asasi Manusia meminta pengusutan tuntas kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung tanp (Antara)