Wujudkan Masa Depan Cerah, Sinergi Lintas Sektor Beri Kado Manis untuk Anak-Anak KGJ Ciliwung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 13:25
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Wamen PPPA, Lemonilo, dan Komunitas Gumul Juang Ciliwung Wamen PPPA, Lemonilo, dan Komunitas Gumul Juang Ciliwung (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Dalam rangka memperingati rangkaian Hari Anak Nasional (HAN), Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) menggelar kegiatan Jelajah SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan Lemonilo, dan komunitas dalam memenuhi hak dasar anak, mulai dari nutrisi hingga pendidikan kreatif.

"Jadi hari ini dalam rangka rangkaian acara Hari Anak Nasional dari Kementerian PPPA itu biasanya memang tiap tahunan kita ada Jelajah SAPA. Jadi kita menyapa anak-anak yang ada di mana pun. Nah, kebetulan ini di Cilincing, di RW 04 Rawa Bunga, dan dengan komunitas Gumul Juang, dan juga difasilitasi dari sponsorship Lemonilo, dan KKP sudah pasti, makan ikan buat iniin penurunan program stunting dari program Pak Presiden," ujar Veronica Tan saat ditemui di lokasi, 26 Juli 2026.

Veronica menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia melihat peran NGO dan komunitas sangat vital dalam mengisi celah pendidikan di luar sekolah formal. 

"Jadi ini sebenarnya balik lagi kita melihat adanya kolaborasi. Nah, ada dari NGO, komunitas yang sudah memang fokus ya tiap Sabtu dan Minggu mereka memberikan pelatihan-pelatihan kapasitas di luar acara sekolah, tapi memang lebih ke matematika dan juga bahasa Inggris," tambahnya.

Wamen PPPA, Lemonilo, dan Komunitas Gumul Juang Ciliwung <b>(NTVNews)</b> Wamen PPPA, Lemonilo, dan Komunitas Gumul Juang Ciliwung (NTVNews)

Sejalan dengan visi pemerintah, perusahaan Lemonilo turut mengambil peran sebagai akselerator kesejahteraan anak. Shinta Nurfauzia, Co-Founder & Co-CEO Lemonilo, menegaskan bahwa komitmen perusahaan bukan sekadar bisnis, melainkan menjadi jembatan bagi kemajuan anak bangsa.

"Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak ini untuk berkarya di Indonesia dan mendapatkan hak-hak dasar mereka, terutama pendidikan serta tubuh dan jiwa yang sehat. Kalau kami dari perusahaan makanan sehat Lemonilo, kita nggak cuma mau memikirkan bagaimana mereka dapat akses makan sehat, tapi juga pendidikan yang layak baik pendidikan formal maupun non-formal. Seperti musik, kami sangat dukung sekali," ungkap Shinta.

Lebih lanjut, Shinta menjelaskan bahwa di era modern, kecerdasan akademis harus dibarengi dengan keterampilan kreatif yang mampu membuka peluang ekonomi di masa depan, untuk itu Lemonilo berusaha untuk mendorong bakat anak-anak agar tidak putus dalam mencari ilmu yang lebih luas.

"Karena di dunia masa kini, nggak cuma harus pintar matematika atau bahasa Inggris, tapi ada ekonomi kreatif yang bisa dihasilkan dari musik atau tarian. Sebagai perusahaan, fungsi kami sebenarnya adalah sebagai jembatan atau katalis. Kami membantu sebisa kami supaya bisa menyalurkan kembali kebaikan yang sudah kami dapat dari Indonesia, untuk Indonesia juga. Jadi perusahaan nggak cuma mendapatkan manisnya saja, tapi juga memberikan yang terbaik untuk masyarakat," tegasnya.

Tahun ini, Lemonilo berupaya menargetkan keterlibatan di 3 hingga 5 komunitas yang tersebar di wilayah Indonesia. Dimana 3 diantaranya di pulau Jawa dan 2 untuk luar Jawa.

"Kira-kira 3 sampai 5 komunitas untuk tahun ini. Wilayahnya 3 di Pulau Jawa, dan 2 sisanya di luar Jawa. Kami sangat terinspirasi sekali dengan kegiatan KGJ (Komunitas Gumul Juang). Sepanjang tahun kami selalu mengusahakan dengan berbagai komunitas dan ada targetnya setiap tahun. Tahun lalu dengan Komunitas Cilincing (Pulung Pinasti) dan masih berjalan sampai hari ini. Tahun ini kita dengan Kak Daniel di KGJ supaya semakin banyak distribusi berbagi," jelas Shinta.

Di sisi lain, Daniel selaku perwakilan dari Komunitas Gumul Juang (KGJ) menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak binaannya. Baginya, kolaborasi ini adalah pintu pembuka bagi komunitasnya untuk mendapatkan perhatian lebih luas dari pemerintah.

"Kami sangat bersyukur ya dengan kehadiran Lemonilo, dengan perhatian yang diberikan. Lemonilo boleh menjembatani Komunitas Gumul Juang untuk dapat dilihat dari pemerintahnya, segala kebutuhannya. Kami bersyukur sekali di Hari Anak ini kami mendapatkan 'kado manis' dari Lemonilo," pungkas Daniel.

Melalui sinergi antara pemerintah melalui KemenPPPA dan KKP, dukungan Lemonilo, serta dedikasi komunitas lokal, diharapkan pemenuhan hak anak Indonesia baik dari sisi kesehatan nutrisi maupun pendidikan kreatif dapat terus berkelanjutan dan menyentuh lebih banyak wilayah.

x|close