Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 15 Orang, 134 Lainnya Luka-luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 14:48
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang diabadikan pada 8 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur akibat gempa bermagnitudo 7,8 di General Santos City, Filipina. (Xinhua) Foto yang diabadikan pada 8 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur akibat gempa bermagnitudo 7,8 di General Santos City, Filipina. (Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin pagi, 8 Juni 2026, menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan 134 lainnya mengalami luka-luka. Bencana tersebut terjadi di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, dan memicu upaya tanggap darurat dari pemerintah setempat.

Direktur Kantor Pertahanan Sipil setempat, Rodrigo Sosmena, Selasa, 9 Juni 2026, mengungkapkan bahwa dari jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi, tiga orang berasal dari Provinsi Sarangani dan sembilan lainnya dari Provinsi Cotabato Selatan.

Baca Juga: 19 Orang Tewas dan 130 Luka-luka Akibat Gempa M 7,8 di Filipina

Di antara korban di Cotabato Selatan, tujuh orang dilaporkan meninggal di Kota General Santos yang merupakan salah satu pusat ekonomi utama di kawasan selatan Filipina dengan populasi sekitar 700 ribu jiwa.

Sementara itu, Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional Filipina masih melakukan verifikasi terhadap laporan tambahan yang menyebutkan tiga korban jiwa lainnya berasal dari Provinsi Davao Occidental. Di sisi lain, Kepolisian Nasional Filipina mencatat sedikitnya 134 warga mengalami luka-luka akibat dampak gempa yang mengguncang wilayah tersebut.

Baca Juga: Bandara General Santos Ditutup Sementara Usai Gempa M7,8 Guncang Filipina Selatan

Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa tektonik itu terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan kedalaman 33 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 32 kilometer di barat daya pesisir Kota Maasim, Provinsi Sarangani. Getaran kuat dirasakan di sejumlah wilayah Mindanao dan menyebabkan kerusakan pada bangunan serta fasilitas publik.

Otoritas Filipina saat ini masih melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Tim penyelamat dan petugas kebencanaan terus dikerahkan ke daerah terdampak untuk membantu evakuasi, memberikan layanan medis, serta memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana dapat terpenuhi.

(Sumber: Antara)

x|close