Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Sayur Cipanas, Bantu Modal hingga Penuhi Kebutuhan Keluarga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 16:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ala Mulyana seorang petani. Ala Mulyana seorang petani. (Bakom)

Ntvnews.id, Cipanas, 2 Juni 2026 - Udara pagi terasa sejuk ketika Ala Mulyana mulai memetik sayuran di kebunnya. Selama 20 tahun menjadi petani, ia sudah merasakan jatuh bangun harga hasil panen.

Ada masa ketika sayuran melimpah, tetapi harga begitu rendah hingga modal pun sulit kembali. Namun belakangan, harapan perlahan tumbuh kembali berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ala menyebut MBG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto membawa perubahan signifikan bagi para petani sayur di daerahnya. Permintaan hasil panen meningkat, harga sayuran membaik, dan penghasilan petani bisa kembali menghidupi keluarga dengan lebih layak.

“Semenjak ada MBG, Alhamdulillah, bisa kebantu buat nutupin modal,” ujar Ala penuh syukur saat ditemui di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 1 Juni 2026.

Baginya, hasil panen tak hanya soal angka penjualan di pasar. Sebab, ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi dari setiap rupiah yang didapat di kebun.

“Untuk anak, untuk keluarga, ya,” katanya.

Ia mencontohkan harga pokcoy yang sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp3 ribu di tingkat petani. Kini, setelah program MBG berjalan, harga bisa naik hingga Rp6 ribu sampai Rp7 ribu.

“Sayuran itu bisa naik. Misalnya nih, contoh, harga pokcoy Rp3 ribu, kalau semenjak ada MBG bisa naik, bisa Rp6 ribu, bisa Rp7 ribu di kebun, di petani. Jadi istilah bagus,” tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Tinjau Program MBG di SMPN 111 Jakarta

Ala menuturkan kenaikan harga itu menjadi angin segar bagi para petani. Setelah bertahun-tahun bekerja tanpa kepastian, mereka mulai merasakan adanya peluang untuk hidup lebih baik.

Hal serupa dirasakan Deden (42), petani yang telah 25 tahun menggantungkan hidup dari hasil bertani. Ia mengatakan, kenaikan harga sayuran dari program MBG membuat kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya terpenuhi lebih baik.

“Buat keluarga, buat anak, buat biaya sekolah anak,” ucap Deden.

Menurut Deden, program MBG menjadi angin segar bagi petani di tengah sulitnya harga hasil panen. Kenaikan harga sayuran yang mulai dirasakan membuat para petani perlahan bisa bangkit.

“Jadi Alhamdulillah, ada MBG membantu. Sekarang sayuran lagi naik. Kemarin-kemarin kan rugi terus,” ungkapnya.

Baca Juga: Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta Barat, Prabowo Disambut Sorak Gembira Para Siswa

Ia mengatakan program MBG bukan hanya menghadirkan pasar baru bagi hasil panen, melainkan memberi harapan bahwa kerja keras di ladang dapat kembali membawa kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

Di akhir perbincangan, Ala dan Deden sama-sama menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap nasib petani.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, dengan adanya program MBG, petani jadi lebih sejahtera,” ujar Ala.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden. Cukup membantu, dalam pertanian Indonesia,” kata Deden.

x|close