Harga Pangan Jelang Iduladha Naik, Pemprov DKI Minta Warga Tidak Panic Buying

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mei 2026, 15:03
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
 Komoditas cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Komoditas cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying di tengah kenaikan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Warga diminta tetap berbelanja secara bijak karena pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok masih aman dan terkendali.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan dan mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan di ibu kota.

"Masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak panic buying. Kami berkomitmen menjaga inflasi pangan tetap terkendali demi kesejahteraan warga Jakarta," ujar Chico, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Chico, kenaikan harga pangan saat ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha. Selain itu, faktor cuaca juga turut memengaruhi produksi sejumlah komoditas hortikultura.

Baca Juga: Dinas KPKP DKI Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Cabai dan Bawang

Curah hujan yang masih tinggi di sejumlah daerah sentra produksi menyebabkan penurunan kualitas dan hasil panen, terutama untuk komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Kondisi tersebut berdampak pada pasokan yang berkurang sehingga harga pangan di pasar mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga pangan strategis di pasar tradisional.

Pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan maupun melalui aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ) guna memastikan perkembangan harga tetap terkendali.

Baca Juga: BULOG Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Selain itu, Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari produsen, distributor, BUMD pangan seperti Perumda Dharma Jaya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi serta memastikan stok pangan tetap tersedia menjelang hari besar keagamaan.

Sebagai bentuk intervensi pasar, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan program pangan bersubsidi dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah apabila diperlukan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah turut memastikan ketersediaan hewan kurban tetap aman menjelang Iduladha.

"Untuk hewan kurban, Pemprov menjamin ketersediaan stok melalui persiapan awal oleh Dharma Jaya (target ribuan ekor sapi) agar harga tetap terkendali dan tidak ada lonjakan berlebih," katanya.

x|close