RSUD Dr Soetomo Pastikan Pasien Meninggal saat Kebakaran Bukan Akibat Asap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 13:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah masyarakat, karyawan dan petugas keluar saat melihat kepulan asap dari gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Jumat (15/5/2026). ANTARA/HO-Command Center 112 Surabaya Sejumlah masyarakat, karyawan dan petugas keluar saat melihat kepulan asap dari gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Jumat (15/5/2026). ANTARA/HO-Command Center 112 Surabaya (Antara)

Ntvnews.id, Surabaya - Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo Surabaya Ahmad Suryawan memastikan pasien yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat pagi bukan akibat paparan asap.

“Pasien sebelumnya telah mendapat dukungan tiga alat organ vital, paru-paru, jantung dan ginjal serta dalam persiapan menjalani cuci darah, sehingga pasien meninggal bukan karena asap, karena seluruh alat bantu tetap mendukung mesin saat proses evakuasi,” kata Ahmad Suryawan saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan seluruh pasien yang menggunakan ventilator tetap mendapat dukungan alat medis selama proses pemindahan dari area terdampak asap sehingga kondisi pasien tetap terpantau selama evakuasi berlangsung.

Selain itu, satu pasien lain yang juga dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan kini menjalani perawatan di ruang resusitasi. “Alhamdulillah, stabil di ruang resusitasi,” ucapnya.

Ahmad mengatakan pihak rumah sakit masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta kepolisian terkait penyebab munculnya asap di lantai lima Gedung PPJT.

Menurutnya, manajemen rumah sakit belum dapat menyimpulkan sumber kejadian dan memilih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

“Kami tidak berani berspekulasi, nanti teman-teman Damkar yang menyampaikan hasilnya,” tuturnya.

Pihak rumah sakit juga melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran, termasuk memeriksa tekanan hidran yang digunakan saat proses pemadaman berlangsung.

Baca Juga: Rumah Makan Padang di Cilodong Depok Kebakaran

Ahmad menyebut simulasi penanganan kebakaran atau code red rutin dilakukan sebagai bagian dari standar keselamatan rumah sakit melalui program Hospital Disaster Program (Hosdip).

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan sebanyak 27 pasien terdampak dalam proses evakuasi akibat insiden tersebut dan seluruhnya telah dipindahkan ke lokasi aman.

Ia juga mengungkapkan empat petugas rumah sakit mengalami sesak napas akibat terpapar asap saat membantu proses penyelamatan pasien di area kejadian.

“Mereka sudah menggunakan alat pelindung, tetapi harus menerobos area terdampak asap,” katanya.

Cita menambahkan simulasi dan pengecekan alat keselamatan kebakaran seperti APAR dan hidran sebenarnya telah dilakukan secara rutin sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana rumah sakit.

Baca Juga: Rumah Warga di Medan Satria Bekasi Kebakaran Hebat

"Termasuk persiapan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) yang dijadwalkan pada Agustus besok," tuturnya.

Sebelumnya, kepulan asap muncul dari Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Jumat pagi dan sempat menarik perhatian warga serta pengguna jalan di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya Laksita Rini membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut sejumlah personel serta unit pemadam telah dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di sekitar kawasan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sempat mengalami kepadatan saat petugas mensterilkan jalur untuk mobil pemadam kebakaran.

(Sumber: Antara)

x|close