Guru SMAN 1 Pontianak Sempat Protes ke Juri, Begini Jawabannya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 09:48
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Lomba Cerdas Cermat MPR RI Lomba Cerdas Cermat MPR RI (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak ternyata sempat mencoba menyampaikan protes dalam polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR tingkat Kalimantan Barat. Namun, upaya tersebut tidak mendapat kesempatan dari pihak penyelenggara maupun dewan juri.

Peristiwa ini mencuat setelah video jalannya kompetisi ramai beredar di media sosial dan memicu kritik dari warganet. Sorotan utama tertuju pada momen ketika Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota BPK.

Jawaban yang disampaikan oleh peserta dari SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh juri. Setelah itu, pertanyaan yang sama dilempar kembali kepada regu lain, yakni Regu B dari SMAN 1 Sambas. Regu tersebut memberikan jawaban serupa, namun kali ini justru dianggap benar oleh dewan juri.

Situasi tersebut langsung diprotes oleh salah satu peserta Regu C, Josepha Alexandra. Ia menilai jawaban yang disampaikan kedua regu pada dasarnya sama.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata Josepha Alexandra.

Baca Juga: Menlu Singapura Apresiasi Kerja Keras Pemerintah dalam Evakuasi Gunung Dukono

Respons juri dan pembawa acara kemudian menjadi perhatian publik karena dinilai seolah menyudutkan pihak SMAN 1 Pontianak. Salah satu dewan juri, Indri Wahyuni, justru menyoroti aspek artikulasi dalam penyampaian jawaban peserta.

Di tengah situasi tersebut, guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak terlihat sempat mengangkat tangan untuk menyampaikan keberatan. Namun, ia tidak diberi ruang untuk berbicara karena pihak penyelenggara menegaskan bahwa hanya peserta yang diperbolehkan melakukan protes.

"Ibu mohon maaf, yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta. Guru pendamping tidak berhak tapi keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat dan tidak dapat diganggu gugat ya ibu," kata diduga salah satu dewan juri, Indri Wahyuni mengutip tayangan video di X.

Cuplikan video tersebut kemudian menyebar luas dan memancing reaksi publik. Warganet ramai membahas jalannya perlombaan, termasuk menyoroti sikap dewan juri dan pembawa acara dalam menangani protes dari peserta.

Tak hanya itu, akun media sosial juga ramai mengulas sosok Indri Wahyuni yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Dugaan status WhatsApp miliknya ikut beredar dan menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Cak Imin: Penguatan UMKM Jadi Kunci Menjaga Kelas Menengah

Dalam status yang terlihat menggunakan nama kontak “Bu Indri MPR”, ia tampak menuliskan pesan berbahasa Inggris terkait polemik tersebut.

"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ tulis status yang diduga milik Indri Wahyuni, mengutip Instagram @jakartapening.

(Terjemahan: Mereka pantas menang dan mendapatkan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang).

Dalam unggahan lainnya, Indri juga menyinggung hasil akhir perlombaan yang tetap dimenangkan oleh SMAN 1 Sambas. Ia menilai kemenangan sekolah tersebut seharusnya tetap dihargai.

“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah2 jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara,“ tulisnya.

“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yg maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all… May Allah bless their way to go to Grand Final,“ lanjut isi status WA Indri.

x|close