Dokter Anak UI Bagikan Tips Penuhi Gizi Anak yang Belajar Puasa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 03:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Makan bersama. ANTARA/Pixabay. Ilustrasi - Makan bersama. ANTARA/Pixabay. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, Afiffa Mardhotillah, Sp.A, membagikan sejumlah cara bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang mulai belajar berpuasa.

"Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta pastikan anak dalam kondisi sehat," kata Afiffa saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya itu, anak yang baru belajar berpuasa kerap mengalami penurunan nafsu makan serta peningkatan risiko dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.

Ia menjelaskan bahwa anak usia sekolah membutuhkan asupan cairan sekitar 1 hingga 2 liter per hari, bergantung pada berat badan masing-masing.

Baca Juga: Tips Puasa untuk Penderita Darah Rendah agar Tetap Sehat dan Kuat

Dalam hal ini, orang tua perlu memastikan kebutuhan cairan anak tetap tercukupi. Anak dapat diajak rutin minum air putih maupun cairan sehat lainnya.

Afiffa menyarankan pembagian konsumsi cairan secara bertahap, yakni 25 persen saat berbuka, 25 persen ketika makan malam, 25 persen sebelum tidur, dan 25 persen saat sahur.

"Jika bosan minum air putih, infused water yang dicampur buah mungkin dapat menjadi solusi," kata dia.

Dari sisi asupan makanan, orang tua perlu memastikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, dan serat dalam menu harian anak.

Baca Juga: Pentingnya Protein Hewani Demi Makanan Sehat Bergizi Saat Bekal Anak Sekolah

Jika memungkinkan, pilih sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, atau oats agar anak tidak cepat merasa lapar selama berpuasa.

Ia juga menganjurkan agar sahur maupun berbuka tidak didominasi makanan dan minuman tinggi gula guna mencegah lonjakan gula darah secara drastis.

Untuk kebutuhan protein, orang tua disarankan memenuhi sekitar 10 hingga 15 persen dari total kebutuhan kalori harian anak.

Sementara untuk pilihan menu, dapat disesuaikan dengan makanan favorit anak agar mereka lebih bersemangat menjalani puasa.

(Sumber: Antara)

x|close