24 Tahun Telantarkan Ressa, Ucapan Denada Soal Prioritaskan Anak Jadi Sorotan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 11:37
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Denada Denada (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Penyanyi Denada Tambunan tengah menjadi sorotan publik, usai digugat oleh Ressa Rizky Rosano yang diduga sebagai anak kandung Denada yang dititipkan ke keluarganya di Banyuwangi, Jawa Timur.

Semakin beranjak dewasa, Ressa akhirnya mulai mengetahui kebenaran bahwa ia ternyata bukanlah anak kandung dari ibu Ratih (ibu angkat Ressa) melainkan anak dari Denada. Saat ini Ressa hanya meminta kepada Denada untuk mengakui bahwa ia memanglah putranya.

"Bu (Denada), kan ini masalahnya biar enggak tambah panjang, Ressa mintanya cepat diakui. Kenapa kok Aisya yang ada sakit kayak gitu, dibelain sampai sejatuh-jatuhnya. Aku sih enggak iri atau gimana. Cuma lihat dari posisi Aisya sama Ressa kan berbeda," tutur Ressa di podcast Denny Sumargo, 29 Januari 2026.

Di samping itu, viral kembali ungkapan Denada soal anak merupakan prioritas utama dalam hidupnya saat mengisi podcast beberapa waktu lalu. Menurut Denada seorang single mom tidak lah mudah untuk mengurus dan membesarkan anak sendirian.

"Enggak gampang ya karena untuk menjadi single mom saja kan tantangannya sudah berat ya. Maksudnya, enggak ada siapa sih orang karena gimana juga pasti lebih nyaman hidup dengan orang yang mendampingi kita," kata Denada di podcast HAS Creative.

Adapun alasan Denada tetap kuat dan berjuang yakni dengan adanya kehadiran anaknya Aisha yang selama ini menjadi penyemangat dalam hidupnya.

"Ada teman buat ngobrol dan segala macamnya. Being a single mom it self sudah pasti banyak tantangannya, apalagi kalau misalkan single mom lalu ada ujian lainnya," jelasnya.

Sejak menjadi ibu, Denada merasa jika kehidupannya bukanlah untuk diri sendiri melainkan semuanya demi kebahagiaan sang anak.

"Kalau menurut aku, anak itu selalu menjadi the best reason and push untuk anything. Kenyataannya bahwa kita memiliki nyawa lain yang bergantung kepada kita"

"Pasti akan membuat kita tersadar bahwa pada saat itu it's never about us. Enggak pernah kita yang menjadi prioritas utama. Mungkin cuma ibu yang bisa melakukan itu dengan ikhlas dan tulus bahwa hidup gue ya adalah untuk anak aku" jelasnya.

x|close