Martha Tilaar Meninggal Dunia pada Usia 89 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 11:20
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group. (Martha Tilaar Group)

Ntvnews.id, Jakarta - Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @martha_tilaar atas nama keluarga besar Martha Tilaar Group.

Dalam unggahan tersebut, Martha Tilaar Group menyampaikan bahwa sosok yang berperan besar dalam perkembangan industri kecantikan Indonesia itu akan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di pemakaman keluarga di Karawang. Prosesi pemakaman akan dihadiri keluarga, anak, cucu, serta kolega yang mendampinginya.

Pengumuman tersebut dibuka dengan kutipan ayat Alkitab, 2 Timotius 4:7, yang berbunyi, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Martha Tilaar Group juga mengenang pendirinya sebagai sosok yang mewariskan ilmu, visi, dan misi untuk mengembangkan kecantikan sekaligus memajukan industri kecantikan Indonesia. Kontribusinya dalam pelestarian alam dan budaya, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan disebut akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

“Selamat jalan ibu kami tercinta, DR.(H.C.) Martha Tilaar. Cantiknya jiwa ragamu akan selalu kami kenang dalam setiap langkah, karya dan inovasi di masa depan,” tulis Martha Tilaar Group dalam unggahan tersebut.

Merintis Bisnis dari Salon Kecil

Martha Tilaar dikenal sebagai salah satu perintis industri kecantikan Indonesia yang memadukan pengetahuan modern dengan kekayaan alam dan tradisi Nusantara. Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1970, ketika ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Mengutip sejarah resmi Martha Tilaar Group, usaha yang bermula dari salon tersebut kemudian berkembang melalui pembukaan salon berikutnya pada 1972. Dua tahun setelah itu, Martha Tilaar Group mulai memperkenalkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal sebagai bagian dari pengembangan bisnisnya.

Pada 1977, Martha Tilaar bersama mitra bisnis mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, Sariayu diperkenalkan sebagai merek kecantikan yang menggabungkan tradisi perawatan Indonesia dengan pengembangan produk modern.

Perusahaan kemudian memperluas kegiatan produksi dan distribusi kosmetik. Seiring waktu, portofolio bisnisnya berkembang dengan menghadirkan sejumlah merek kecantikan dan perawatan, termasuk Biokos, Caring Colours, PAC, serta Dewi Sri Spa.

Mewariskan Kecantikan Berbasis Budaya Indonesia

Selain mengembangkan bisnis, Martha Tilaar dikenal melalui upayanya mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia dalam industri kecantikan. Sariayu, misalnya, mengembangkan tren warna tata rias tahunan sejak 1987 dengan inspirasi dari beragam tradisi dan kekayaan alam Nusantara.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui pendirian Kampoeng Djamoe Organik pada 1997. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai tempat konservasi tanaman obat, kosmetik, dan aromatik khas Indonesia.

Atas kiprahnya, Martha Tilaar menerima sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Indonesia pada 2016, sebagaimana tercatat dalam sejarah resmi perusahaan.

Kepergian Martha Tilaar menandai berakhirnya perjalanan seorang pengusaha yang membangun bisnis kecantikan dari skala kecil hingga berkembang menjadi kelompok usaha dengan beragam lini bisnis. Warisan yang ditinggalkannya mencakup pengembangan industri kosmetik lokal, pendidikan kecantikan, serta upaya memperkenalkan tradisi dan kekayaan alam Indonesia melalui karya dan inovasi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Martha Tilaar Group (@martha_tilaar)

x|close