Ntvnews.id, Jakarta - Hubungan antara penyanyi Sarwendah dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sempat memanas akibat keluhan Ruben mengenai sulitnya akses bertemu anak-anak, pihak Sarwendah akhirnya mengambil langkah formal untuk meredakan situasi.
Melalui kuasa hukumnya, Sarwendah telah mengirimkan surat resmi kepada Ruben Onsu. Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Menurut Minola, surat tersebut merupakan respons atas dinamika konflik yang belakangan ini ramai diperbincangkan di ruang publik.
Minola Sebayang mengungkapkan bahwa inti dari surat tersebut adalah undangan untuk melakukan pertemuan bersama guna membahas persoalan yang tengah berkembang.
"Kuasa hukum S (Sarwendah) beberapa hari yang lalu sudah mengirim surat. Perihalnya adalah undangan untuk join meeting membahas masalah yang makin ramai akhir-akhir ini," ujar Minola kepada awak media.
Dalam keterangannya, Minola membedah bahwa surat tersebut mengandung tiga poin utama yang menjadi landasan keinginan pihak Sarwendah untuk berkomunikasi kembali:
1. Penjelasan Situasi Terkini:
Surat dibuka dengan paparan mengenai kondisi dan suasana yang terjadi saat ini terkait perselisihan keduanya yang mulai melebar ke publik.
3. Permintaan Ruang yang Kondusif:
Pihak Sarwendah menyatakan perlunya waktu dan tempat yang lebih tenang serta netral untuk membicarakan masalah keluarga mereka, agar tidak terganggu oleh tekanan opini publik.
3. Evaluasi Akta 39:
Poin yang paling krusial adalah ajakan untuk mengevaluasi poin-poin yang tercantum dalam Akta 39, yakni dokumen kesepakatan yang dibuat dan disahkan saat proses perceraian mereka pada tahun 2024 lalu.
Poin mengenai evaluasi Akta 39 disinyalir berkaitan erat dengan hak asuh, pembagian waktu bersama anak, atau kewajiban-kewajiban lain yang mungkin dirasa perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini. Sebagaimana diketahui, konflik terbaru ini dipicu oleh curahan hati Ruben Onsu yang merasa kesulitan menjalin pertemuan dengan buah hatinya.
Minola menilai, langkah yang diambil Sarwendah melalui surat ini adalah sinyal positif untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan profesional.
"Jadi kalau kami melihat ini adalah tawaran atau ajakan untuk menyelesaikan masalah ini di ruang yang tertutup; ruang internal, bukan di ruang publik," tambah Minola.
Langkah diplomatis ini diharapkan dapat mengakhiri saling lempar pernyataan di media sosial maupun media massa yang selama ini terjadi. Pihak Sarwendah tampaknya ingin memastikan bahwa kepentingan terbaik anak-anak tetap menjadi prioritas utama dengan membicarakan segala kendala secara langsung tanpa campur tangan pihak luar.
Hingga saat ini, pihak Ruben Onsu menyambut baik ajakan tersebut dan tengah mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memenuhi undangan pertemuan tersebut. Publik kini menanti apakah pertemuan internal ini mampu membuahkan kesepakatan baru yang lebih harmonis bagi kedua belah pihak.
Ruben, Sarwendah