Anjasmara Bongkar Alasan Terjun ke Bisnis Body Care, Soroti Potensi Rempah Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jun 2026, 18:13
thumbnail-author
Agus Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Anjasmara Anjasmara (Ntvnews.id/Agus Setiawan)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktor senior Anjasmara mengungkap alasan di balik keputusannya terjun ke industri perawatan tubuh melalui brand Harmel. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan rempah-rempah yang melimpah, namun selama ini lebih banyak dimanfaatkan oleh produsen luar negeri untuk menghasilkan produk bernilai tinggi.

Baca juga:Head & Shoulders Gelar Ajang Lari Perdana di GBK, Kenalkan Varian Super Cool untuk Cuaca Panas

Anjas mengaku keresahan tersebut menjadi salah satu pemicu dirinya membangun merek lokal yang mampu bersaing dari segi kualitas. Ia ingin membuktikan bahwa produk buatan Indonesia juga dapat hadir dengan kualitas maksimal tanpa harus kalah dari brand internasional.

“Indonesia begitu kaya akan rempah-rempah dan banyak hal lainnya, tetapi semuanya dimanfaatkan oleh produsen luar negeri. Kenapa Indonesia tidak bisa membuat produk dengan kualitas maksimal seperti produk-produk luar?” ujar Anjas kepada awak media, Senin, 1 Juni 2026.

Gagasan tersebut kemudian membawanya bekerja sama dengan tim pengembang produk untuk merancang lini perawatan tubuh yang terdiri dari body wash, body lotion, hingga parfum.

Anjasmara <b>(Ntvnews.id/Agus Setiawan)</b> Anjasmara (Ntvnews.id/Agus Setiawan)

Aktor yang juga instruktur yoga itu mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak memiliki rencana untuk menghadirkan parfum dalam rangkaian produk Harmel. Namun, setelah berdiskusi dengan tim, parfum akhirnya masuk dalam daftar produk yang dikembangkan.

Proses pengembangan aroma parfum pun disebut tidak mudah. Berbagai formula dan karakter wewangian diuji berulang kali hingga ditemukan aroma yang dianggap paling merepresentasikan identitas Harmel.

Selain kualitas, Anjas juga memperhatikan posisi produk di pasar. Harmel sengaja dibangun untuk menyasar segmen middle-up atau menengah ke atas dengan harga yang tetap terjangkau bagi konsumen.

Menurutnya, harga yang terlalu murah sering kali memunculkan keraguan terhadap kualitas produk. Karena itu, ia memilih menghadirkan produk dengan kualitas premium namun tetap ramah di kantong.

“Kita bikin sebuah produk yang yang maksimal, yang harganya tidak terlalu murah karena rata-rata orang kalau misalnya bilang, "Wah, ini produk kemurahan banget nih," gitu kan. Jadi kita mainnya maunya di middle-up lah di tengah, gitu. Bisa ke atas, bisa ke bawah. Harga yang kita buat juga akhirnya kita sepakat untuk harga yang tidak mahal, cukup di kantong, dan tahan lama wanginya. Itu yang paling penting,” jelasnya.

Salah satu keunggulan yang paling ia soroti adalah ketahanan aroma produk. Bahkan, ia mengaku kini lebih sering menggunakan produk buatannya sendiri dibandingkan koleksi parfum lain yang dimilikinya.

Tak hanya fokus pada aroma, Harmel juga mengusung konsep keselarasan wewangian antara body wash, body lotion, dan parfum agar pengguna memiliki aroma khas yang konsisten sepanjang hari.

Di tengah persaingan industri body care yang semakin ketat, Harmel berupaya tampil berbeda dengan menggabungkan kualitas produk, identitas aroma yang kuat, serta pemanfaatan potensi bahan-bahan lokal Indonesia.

Anjas berharap kehadiran Harmel dapat menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing dan mendapatkan tempat di hati konsumen, baik di pasar nasional maupun internasional.

x|close