Harga Ponsel Terancam Naik Akibat Lonjakan Chip Memori, Ini Strategi Xiaomi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 15:04
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
CEO Xiaomi Lei Jun. (Foto: Istimewa via Gizmochina) CEO Xiaomi Lei Jun. (Foto: Istimewa via Gizmochina)

Ntvnews.id, Jakarta - Kenaikan harga chip memori global mulai memicu kekhawatiran di industri smartphone

Tren ini bahkan berpotensi membuat harga ponsel, termasuk dari Xiaomi, ikut meningkat dalam waktu dekat.

CEO Lei Jun baru-baru ini menanggapi isu tersebut dan menjelaskan lonjakan permintaan chip memori terjadi akibat perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI). 

"Permintaan tinggi ini menyebabkan pasokan memori menipis dalam setahun terakhir dan mendorong harga komponen melonjak tajam," ujar Lei Jun, dikutip dari Gizmochina, Jumat (6/3/2026).

Kondisi tersebut tentu memberi tekanan pada biaya produksi berbagai perangkat dari Xiaomi, khususnya smartphone dan produk elektronik lainnya.

Meski begitu, Lei Jun menegaskan perusahaan akan berupaya menahan dampak kenaikan harga agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. 

Xiaomi disebut sedang mencari berbagai strategi untuk mengelola kenaikan biaya komponen sehingga penyesuaian harga tetap bisa diterima pasar.

Lonjakan harga komponen sebenarnya tidak hanya dirasakan Xiaomi. Banyak perusahaan elektronik konsumen lainnya juga menghadapi tekanan serupa. 

Baca Juga: Vivo Uji Ponsel Baterai 12.000mAh? Bocoran Terbaru Ungkap Detailnya!

Beberapa brand bahkan melaporkan penurunan margin keuntungan, sementara yang lain mulai menunda atau meninjau ulang rencana peluncuran produk baru karena biaya produksi yang semakin tinggi.

Di sisi lain, Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyebut posisi perusahaan masih relatif stabil dibanding sebagian pesaing. 

Hal ini karena Xiaomi memiliki kemitraan erat dengan sejumlah produsen memori terbesar di dunia.

Selain memproduksi smartphone, Xiaomi juga memiliki ekosistem produk yang luas mulai dari tablet, televisi pintar hingga kendaraan listrik. 

Skala bisnis ini membantu perusahaan menjaga stabilitas pasokan komponen. Lu Weibing juga memperkirakan siklus kenaikan harga memori kali ini akan berlangsung lebih lama dibanding sebelumnya. 

Dia memprediksi tren tersebut bisa bertahan hingga sekitar akhir 2027.

Pengamat industri menilai, jika harga komponen terus meningkat, beberapa merek smartphone kemungkinan akan menaikkan harga perangkat dalam beberapa bulan ke depan. 

Bahkan, bukan tidak mungkin ponsel kelas entry-level mulai berkurang di pasar karena produsen lebih fokus pada model dengan nilai jual lebih tinggi.

x|close