Hadiri WEF 2026, Danantara Tawarkan Investasi Strategis Termasuk Ketahanan Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 17:03
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
(kiri-kanan) Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief, Vice Chair for Foreign Affairs KADIN Indonesia Bernardino Moningka Vega, serta Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 9 Januari 2026. (ANTARA/ Muhammad Heriyanto) (kiri-kanan) Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief, Vice Chair for Foreign Affairs KADIN Indonesia Bernardino Moningka Vega, serta Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 9 Januari 2026. (ANTARA/ Muhammad Heriyanto) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan memanfaatkan ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026 untuk menawarkan berbagai peluang kerja sama investasi di sektor-sektor strategis kepada investor global.

Sektor-sektor yang menjadi fokus penawaran investasi Danantara mencakup transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan industri bernilai tambah yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

“Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami, yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan nasional. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan dan pengembangan industri yang bernilai tambah ya,” ujar Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.

Arief menegaskan bahwa Danantara akan memprioritaskan kerja sama investasi yang berpotensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

“Kita tentu juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang sangat imperative dalam penciptaan lapangan kerja, dan juga pertumbuhan inklusif ya,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal, PTK Perkuat DEB Tahap II Wisata Kariangau di Balikpapan

Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Danantara telah menjalin sejumlah kemitraan strategis dengan berbagai pihak internasional, termasuk negara lain dan lembaga pengelola dana investasi negara atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Forum WEF dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan kemitraan tersebut.

“Kita juga telah mengumumkan beberapa kemitraan strategis dengan partner-partner kami di negara lain (tahun 2025), termasuk peer institutions kami, Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain ya. Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti disana,” ujar Arief.

Menurut Arief, partisipasi Indonesia dalam WEF 2026 akan menampilkan pendekatan yang lebih terintegrasi antara kebijakan pemerintah, investasi strategis, dan keterlibatan dunia usaha.

Ia menjelaskan bahwa Danantara akan berperan sebagai pendorong investasi strategis ke Indonesia. Sementara itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertindak sebagai koordinator kebijakan serta promosi investasi, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berperan sebagai representasi sektor swasta nasional.

“Kita harapkan sinergi ini memperkuat Indonesia dalam ekosistem yang kredibel untuk menjadi mitra jangka panjang bagi modal global,” ujar Arief.

(Sumber: Antara)

x|close