Purbaya Sebut Persepsi Negatif Jadi Pemicu Utama IHSG Terus Melemah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jun 2026, 13:47
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
DPR, BI, dan Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter DPR, BI, dan Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2026 lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap kondisi perekonomian nasional dibandingkan faktor fundamental ekonomi.

IHSG tercatat turun 35,30 persen ke level 5.594,76. Koreksi tersebut terjadi setelah indeks sempat mencapai level tertinggi di kisaran 9.100 pada awal tahun. Menurut Purbaya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan situasi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya.

"Jadi, kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang kalau kita ke mana-mana semuanya economic activity meningkat," ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Purbaya menjelaskan, sentimen yang berkembang di kalangan pelaku pasar telah membentuk pandangan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Persepsi tersebut, menurutnya, berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan investor di pasar modal domestik.

"Ketika persepsi dibilang kita mau hancur, segala macam, sebagian orang terpengaruh," jelasnya.

Baca Juga: Istana Bantah Isu Pergantian Menkeu dan Gubernur BI

Ia menegaskan bahwa indikator fundamental ekonomi masih menunjukkan kinerja yang solid. Selain kondisi APBN yang dinilai sehat, aktivitas ekonomi di berbagai daerah juga disebut terus mengalami peningkatan. Karena itu, pemerintah menilai terdapat kesenjangan antara kondisi ekonomi riil dengan persepsi yang berkembang di pasar.

Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah berencana memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki sentimen pasar, tetapi juga menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini berada di bawah tekanan.

"Itu (persepsi negatif) yang akan kita hilangkan dengan kerjasama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga sudah erat, cuma kita lebih eratin lagi," pungkasnya.

Di sisi lain, tekanan di pasar keuangan masih berlanjut. Dalam sepekan terakhir, IHSG terkoreksi 8,69 persen dan ditutup di level 5.594,765 pada perdagangan Jumat (5/6), turun dari posisi 6.127,381 pada pekan sebelumnya. Pada periode yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp3,73 triliun. Secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp61,36 triliun.

Pernyataan Purbaya menjadi sinyal bahwa pemerintah melihat faktor psikologis pasar sebagai tantangan utama yang perlu diatasi dalam jangka pendek, di tengah keyakinan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang positif.

x|close