Wamen ESDM Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 17:15
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung memastikan insiden blackout yang sempat melanda wilayah Sumatera bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan akibat faktor alam. Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung memastikan insiden blackout yang sempat melanda wilayah Sumatera bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan akibat faktor alam. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung memastikan insiden blackout yang sempat melanda wilayah Sumatera bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan akibat faktor alam.

"Itu tidak ada kesengajaan, murni karena masalah kondisi alam," ucap Yuliot, Senin 25 Mei 2026. 

Yuliot memastikan kondisi listrik di Sumatera sudah kembali pulih 100 persen.

Menurutnya gangguan pada sistem kelistrikan terjadi setelah jaringan listrik tersambar petir sehingga memicu ketidakstabilan pasokan listrik di sejumlah wilayah.

"Kejadian listrik di Sumatra ni kan ada kesambar petir di Merangin. Dengan ada kesambar petir tersebut itu berdampak terhadap kestabilan sistem," ungkapnya.

Baca juga: Wamen ESDM Ungkap Blackout Sumatera Dipicu Jaringan Listrik Tersambar Petir

Baca juga: PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sumatera Kembali Normal Pascablackout

Secara teknis pasokan listrik di Sumatera bagian utara banyak disuplai dari wilayah selatan. 

"Ini secara teknis itu kan untuk daya yang ada di Sumatera bagian Utara, ini kan relatif itu lebih banyak juga dialirkan dari Selatan. Pada saat itu ada kejadian sehingga seluruh sistem itu terjadi blackout," sambungnya.

Ia mengakui proses pemulihan membutuhkan waktu, terutama untuk pembangkit PLTU yang secara teknis memerlukan waktu sekitar 12 jam untuk kembali beroperasi normal

"Secara teknis PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam dan itu kita lakukan, kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan untuk ngecek. Itu alhamdulillah dalam jangka waktu, ya ini sesuai dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa full 100 persen," tandasnya.

x|close