Ntvnews.id, Jakarta - Adanya dugaan tindakan rasisme di duel Bhayangkara FC vs Dewa United dalam EPA U-20 yang membuat laga tersebut sempat terjadi kericuhan.
Menjadi sorototanya adalah tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto yang merupakan pemain Bhayangkara FC berlabel Timnas Indonesia U-20 yang tindakan berlebihan.
Namun dalam pengakuan sang pemain yang disampaikan ke COO Bhayangkara FC Sumardji bahwa Fadly Alberto mendapatkan tindakan rasis yang membuat ia tidak mampu terkendali.
Fadly Alberto (IG: Bhayangkara FC)
"Menurut Alberto, ada dari bench (Bangku Cadangan) itu teriakan, 'Berto hitam, berto monyet'. Disitulah Berto akhirnya marah dan melakukan tendangan," kata Sumardji.
Baca Juga: Jadwal Pekan 34 Liga Inggris: Perebutan Tempat Pertama, Arsenal atau ManCity
"Tapi apapun saya bilang, itu tidak boleh dibenarkan dan tidak boleh dilakukan. Jadi menurut saya, dengan kejadian ini, tentu Berto harus evaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis PSSI," sambung dia.
Jika ucapan tersebut terbukti, maka PSSI dan Komdis harus melakukan penyelidikan. Pasalnya tindakan rasis dalam dunia sepakbola merupakan sebuah kejahatan yang tidak boleh dibela.
Akan tetapi, tindakan yang dilakukan Fadly Alberto terkait tendangan kungfu ke lawan merupakan tidak yang tidak dibenarkan juga. Ia juga sudah menyampaikan permintaan maaf dan siap menerima sanksi dari PSSI.
Dugaan Rasisme Duel Bhayangkara FC vs Dewa United di EPA U-20 Harus Didalami (Dok: Dewa United)